- Barcelona melayangkan protes resmi kedua ke UEFA atas dugaan kesalahan wasit yang merugikan klub selama dua leg perempat final melawan Atlético Madrid.
- Keluhan utama mencakup keputusan kartu merah bagi pemain Barca, penalti yang diabaikan, hingga gol yang dianulir yang berdampak pada kerugian finansial dan olahraga.
- Presiden Joan Laporta secara terbuka menyebut perwasitan di Liga Champions "memalukan" dan mendesak adanya transparansi serta perbaikan sistem VAR ke depan.
Suara.com - Barcelona secara resmi melayangkan protes kedua kepada UEFA sebagai bentuk ketidakpuasan atas standar kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan klub dalam babak perempat final Liga Champions kontra Atlético Madrid.
Manajemen Blaugrana menolak menerima kekalahan mereka begitu saja, menegaskan bahwa serangkaian kesalahan fatal oleh perangkat pertandingan selama dua leg telah memberikan dampak kerugian besar secara olahraga maupun finansial bagi klub.
Keputusan untuk kembali melayangkan protes ini diambil setelah upaya sebelumnya dinyatakan tidak dapat diterima oleh federasi sepak bola Eropa tersebut, memicu ketegangan baru di level elite kompetisi.
Tuduhan Pelanggaran Aturan Permainan
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (16/4/2026), Barcelona secara lugas menyebutkan adanya kegagalan penerapan aturan permainan oleh wasit serta minimnya intervensi teknologi VAR pada momen-momen krusial.
"Klub menganggap bahwa, di kedua leg pertandingan, beberapa keputusan wasit dibuat tidak sesuai dengan Aturan Permainan," tulis Barcelona dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen menilai akumulasi kesalahan ini berdampak langsung pada alur pertandingan dan hasil akhir laga, yang menyebabkan Barcelona gagal melaju ke babak semifinal.
Meski protes pertama mereka terkait insiden Marc Pubill pada leg pertama ditolak oleh UEFA karena dianggap "tidak dapat diterima", kali ini Barcelona tampak lebih serius dan siap menempuh jalur diplomasi yang lebih ketat.
"Melalui keluhan ini, klub mengulangi permintaan yang sebelumnya diajukan kepada UEFA dan, pada saat yang sama, menawarkan kolaborasi dengan organisasi tersebut untuk meningkatkan sistem perwasitan," imbuh pernyataan tersebut.
Baca Juga: Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
Daftar Keluhan Panjang Joan Laporta
Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka mengungkapkan kemurkaannya setelah laga leg kedua di Stadion Metropolitano yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Barca, namun kalah dalam agregat 2-3.
Laporta menyusun daftar panjang keluhan, mulai dari kartu merah yang diterima Pau Cubarsí di leg pertama hingga kartu merah Eric García di leg kedua yang menurutnya hanya layak berbuah kartu kuning.
Selain itu, ia menyoroti penalti yang tidak diberikan kepada Dani Olmo, gol Ferran Torres yang dianulir karena offside, hingga insiden kiper Juan Musso yang membuat bibir Fermín López terluka akibat sepatu botnya.
"Perwasitan itu memalukan," ujar Laporta dengan nada tinggi saat berbicara kepada awak media di Barcelona awal pekan ini.
"Kami mengajukan keluhan setelah leg pertama dan UEFA mengatakan itu 'tidak dapat diterima'. Kami akan meminta penjelasan lebih lanjut," tambahnya.
Berita Terkait
-
Arsenal ke Semifinal Liga Champions Lagi, Mikel Arteta: Saya Sangat Bangga!
-
Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Florentino Perez Ngamuk di Ruang Ganti
-
Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi