Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 17 April 2026 | 19:05 WIB
PSSI sedang memverifikasi tiga negara calon lawan Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026. (PSSI)
Baca 10 detik
  • Tiga negara resmi mengajukan tawaran bertanding melawan Timnas Indonesia pada Juni 2026.

  • PSSI baru membalas satu tawaran dan sedang menunggu kepastian jadwal pertandingan resmi.

  • Erick Thohir baru akan mengumumkan nama lawan setelah ada kesepakatan tertulis yang sah.

Suara.com - Persiapan matang terus dilakukan PSSI demi memastikan langkah Timnas Indonesia pada agenda FIFA Matchday edisi Juni 2026 mendatang.

Tiga negara secara resmi telah mengirimkan undangan bertanding melalui surel untuk menghadapi ketangguhan skuad Garuda.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa federasi saat ini sedang menyeleksi kandidat yang paling sesuai secara teknis.

Timnas Indonesia. (Instagram/@timnas.indonesia)

Keputusan memilih lawan tanding ini sangat krusial mengingat agenda tersebut merupakan bagian dari upaya menaikkan peringkat dunia.

Momen ini diharapkan mampu memberikan jam terbang tambahan bagi para pemain abroad maupun penggawa Liga 1.

Hingga saat ini PSSI baru memberikan jawaban resmi kepada satu federasi negara dari total tiga peminat tersebut.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa proses administrasi sedang berjalan intensif untuk memastikan jadwal kedua tim tidak berbenturan.

“Kalau yang email itu ada tiga dan yang baru dibalas itu satu,” kata Erick Thohir kepada awak media.

Federasi sangat berhati-hati dalam membalas surat tersebut untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan logistik pertandingan nantinya.

Baca Juga: Jelang HUT ke-96 PSSI, Target Piala Dunia 2030 Kian Digaungkan

Ketelitian ini diperlukan agar Timnas Indonesia mendapatkan pengalaman bertanding yang maksimal dan berkualitas tinggi.

Kepastian Hitam di Atas Putih

Publik sepak bola tanah air diminta bersabar mengenai siapa sosok calon lawan yang akan dihadapi nanti.

Erick Thohir menegaskan identitas negara tersebut baru akan dibuka ke publik setelah proses tanda tangan kontrak rampung.

“Saya tidak berani bicara siapa lawan tandingnya sebelum ada kepastian hitam di atas putih,” tegasnya.

Kebijakan ini diambil demi menjaga etika diplomasi antar federasi sepak bola yang terlibat dalam negosiasi.

Load More