- Fadly Alberto dan ofisial Bhayangkara FC melakukan tindakan kekerasan fisik usai laga EPA U-20 melawan Dewa United.
- Pelatih Persija, Mauricio Souza, menuntut pemberian sanksi tegas atas insiden brutal yang membahayakan keselamatan para pemain tersebut.
- Souza mengimbau anak asuhnya mengontrol emosi di lapangan demi menghindari kerugian kartu akibat provokasi dan kepemimpinan wasit.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza turut berkomentar insiden brutal di Elite Pro Academy (EPA) U-20 Super League 2025/2026 saat laga Dewa United vs Bhayangkara FC beberapa waktu lalu.
Menurut juru formasi asal Brasil tersebut aksi Fadly Alberto dan sejumlah pemain yang melakukan tendangan kungfu sebagai masalah serius.
Dalam laga tersebut, Dewa United U-20 keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Situasi memanas tak lama setelah peluit akhir dibunyikan.
Awalnya hanya terjadi adu mulut antara pemain dan ofisial kedua tim. Namun suasana berubah drastis ketika Fadly Alberto Hengga tiba-tiba berlari ke arah pemain lawan dan melayangkan tendangan kungfu.
Tak hanya itu, salah satu pelatih Bhayangkara FC U-20 juga diduga ikut terlibat dalam aksi kekerasan dengan melakukan pemukulan terhadap pihak Dewa United U-20.
Bukan cuma Fadly, tetapi juga ada beberapa pemain Bhayangkara FC melakukan tindakan kurang terpuji lainnya.
Souza mengaku sedih melihat kejadian itu. Ia berharap ada hukuman setimpal untuk para pelaku yang terlibat.
"Saya sedih sekali terjadi seperti itu. Sebenarnya, saya pikir harus ada itu denda itu serius, untuk situasi seperti itu," kata Souza dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).
"Saya pikir tidak ada alasan pemain U-20 itu tidak ada yang namanya anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan. Dan sebenarnya sangat tidak baik kalau ada perkelahian seperti itu, bisa saja ada yang terluka dengan serius." jelasnya.
Baca Juga: Buntut Tendangan Kungfu, Legenda Timnas Semprot Staf Pelatih Bhayangkara: Kamu Pelatih, Bukan Preman
Bagi Souza masalah ini sangat serius. Apalagi tindakan tersebut bisa membahayakan pemain-pemain lain.
"Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi," smabungnya.
Insiden ini membuat Souza memberi peringatakan kepada semua anak asuuhannya untuk dapat mengontrol emosi. Apalagi, Persija tercatat menjadi salah satu tim yang mengoleksi kartu terbanyak di musim 2025/2026.
"Kita tahu dalam kompetisi ini kalau kita tidak bisa mengontrol emosi bisa sangat rugi dalam mengarungi kompetisi ini," terangnya.
"Karena masalah itu juga kita banyak dapat beberapa kartu itu di dalam kompetisi ini. Kita tertinggal berapa poin itu di dalam pertandingan kita punya kartu merah itu. Pastinya kalau tidak terjadi seperti itu, mungkin kita di situasi lebih baik di dalam klasemen," ia menambahkan.
Souza juga menuntut adanya peningkatan dari segi wasit. Menurutnya, kepemimpinan pengadil lapangan juga berpengaruh terhadap emosi pemain.
Berita Terkait
-
Buntut Tendangan Kungfu, Legenda Timnas Semprot Staf Pelatih Bhayangkara: Kamu Pelatih, Bukan Preman
-
Hapus Kekerasan di Sepak Bola, I.League Dukung PSSI Hukum Berat Fadly Alberto
-
Akhirnya Muncul, Fadly Alberto Akui Dirinya Bodoh Lakukan Tendangan Kungfu
-
Bos Bhayangkara FC Bongkar Pemicu Fadly Alberto Nekat Lakukan Tendangan Kungfu
-
Pernyataan Fadly Alberto Hengga Usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Superkomputer Prediksi Juara Liga Inggris Musim Ini, Arsenal atau Manchester City?
-
Diberhentikan Sponsor dan 'Dikeramasi' Satu Indonesia, Fadly Alberto Hengga Muncul dan Ucap Ini
-
Siapa Rakha Nurkholis? Bek Muda yang Jadi Korban Tendangan Kungfu Fadly Alberto
-
Persija Tantang PSIM Yogyakarta, Mauricio Souza Punya Kunci Buat Menang
-
Kesalnya Bojan Hodak Usai Persib Bandung Ditahan Dewa United
-
Kesal Gagal Kalahkan Persib, Pelatih Dewa United: Lawan Hanya Main Bola-bola Panjang
-
AZ Alkmaar Juara Piala KNVB, Ada Peran Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia
-
Komentar Media Vietnam Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Total di Piala AFF U-17 2026
-
Promosi ke Premier League, Frank Lampard Ingin Coventry City Mulai Bersiap dari Sekarang
-
Persija Jakarta Merasa Diuntungkan Hadapi PSIM Yogyakarta di Bali, Kenapa?