Bola / Bola Indonesia
Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB
Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)
Baca 10 detik
  • Pertandingan EPA U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026), berakhir dengan keributan.
  • Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto, melakukan tendangan kungfu terhadap pemain lawan setelah terpicu provokasi verbal dari bangku cadangan.
  • COO Bhayangkara FC, Sumardji, mengecam aksi kekerasan tersebut meski menyebut insiden dipicu ketidakprofesionalan perangkat pertandingan yang kontroversial.

Suara.com - Insiden panas mewarnai laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 antara Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United U-20. COO Bhayangkara FC, Sumardji, akhirnya buka suara dan membeberkan kronologi lengkap di balik aksi kekerasan yang melibatkan Fadly Alberto.

Keributan terjadi usai pertandingan pekan ke-20 yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Dalam laga tersebut, Dewa United U-20 keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Situasi memanas tak lama setelah peluit akhir dibunyikan. Awalnya hanya terjadi adu mulut antara pemain dan ofisial kedua tim.

Namun suasana berubah drastis ketika Fadly Alberto Hengga tiba-tiba berlari ke arah pemain lawan dan melayangkan tendangan kungfu yang membuat situasi semakin tak terkendali.

Mimpi Itu Gratis: Air Mata dan Perjuangan Alberto Hengga Bersama Sang Ibu [the-afc.com]

Tak hanya itu, salah satu pelatih Bhayangkara FC U-20 juga diduga ikut terlibat dalam aksi kekerasan dengan melakukan pemukulan terhadap pihak Dewa United U-20.

Insiden ini pun memicu kekecewaan dari kubu Dewa United, termasuk sang bos, Ardian Satya Negara.

Sumardji mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak seharusnya terjadi di dunia sepak bola.

"Apalagi keributan sampai dengan menendang seperti itu. Itu nggak boleh, ya. Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu," kata Sumardji kepada awak media.

Baca Juga: Pernyataan Fadly Alberto Hengga Usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu

Lebih lanjut, Sumardji mengungkap bahwa insiden ini tidak terjadi begitu saja. Ia menyebut ada pemicu awal yang berasal dari keputusan perangkat pertandingan yang dinilai kurang tepat.

"Dari laporan ya, dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas. Semestinya, harusnya offside, kelihatan sekali jauh dua pemain di belakang, tapi tidak di-offside dan akhirnya gol," terangnya. "Itu kan berawal dari situ. Setelah itu terjadi keributan kecil, protes-protes dan bisa diredam," sambung Sumardji

Sumardji juga mengaku telah menghubungi langsung Fadly Alberto untuk meminta klarifikasi terkait aksinya di lapangan. Dari penuturan sang pemain, ada provokasi verbal yang memicu emosinya.

"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan. Nah, di situlah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," tutur dia.

Meski demikian, Sumardji tetap menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

"Ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan," pungkasnya.

Load More