Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 24 April 2026 | 16:45 WIB
Persija Jakarta melakukan evaluasi besar setelah gagal mengonversi dominasi peluang menjadi kemenangan melawan PSIM Yogyakarta. (IG Persija)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta gagal menang lawan PSIM Yogyakarta meski mendominasi jalannya pertandingan pekan ke-29.

  • Pelatih Mauricio Souza soroti buruknya penyelesaian akhir dan kreativitas pemain di area penalti lawan.

  • Macan Kemayoran akan melakukan evaluasi total untuk membenahi ketajaman lini serang yang tumpul.

Suara.com - Persija Jakarta meninggalkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (22/4/2026) usai ditahan imbang PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 tidak sesuai target. Oleh sebab itulah evaluasi pemain akan dilakukan.

Secara permainan, Macan Kemayoran tampil dominan ketimbang PSIM. Mereka mengontrol jalannya laga, memegang 69 persen penguasaan bola, serta menciptakan total 25 tembakan dengan 10 mengarah tepat ke gawang. 

Akurasi umpan yang menyentuh angka 90 persen pun mempertegas superioritas tersebut. Namun, keunggulan statistik itu tak sejalan dengan hasil akhir.

Cek update Klasemen Super League usai laga tunda pekan 21. Persib Bandung nyaman di pucuk, jaga jarak aman dari kejaran ketat Borneo FC dan Persija Jakarta. [Dok. Persija]

Satu-satunya gol Persija yang berstatus penyama kedudukan lahir dari titik putih lewat kaki Allano Lima pada menit ke-20. 

Setelah itu, tekanan demi tekanan terus dilancarkan hingga menciptakan banyak peluang, tapi penyelesaian akhir menjadi kendala utama.

Hal itulah yang sangat disayangkan Souza. Juru formasi asal Brasil itu menyebut seharusnya Macan Kemayoran bisa cetak banyak gol di laga itu.

Bek Persija, Fajar Fathurrahman. [Dok. IG Fajar Fathurrahman]

“Tidak ada gunanya menciptakan peluang seperti yang kami lakukan jika tidak bisa mengonversinya menjadi gol," kata Souza usai laga.

"Saya perlu melihat ulang pertandingan, tetapi sejauh yang saya lihat dan ingat, kami memiliki semua peluang untuk memenangkan laga ini,” jelasnya.

Mauricio menegaskan ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama dalam hal kreativitas dan ketajaman di sepertiga akhir.

Baca Juga: Pelatih Arema FC Siapkan Cara Redam Persib di GBLA

“Kami perlu lebih kreatif di sepertiga akhir lapangan dan harus lebih unggul dalam duel di area tersebut," sambungnya.

"Itu yang tidak kami tunjukkan di pertandingan sebelumnya, dan juga di laga ini,” pungkas eks Madura United tersebut.

Load More