-
Persija Jakarta gagal menang lawan PSIM Yogyakarta meski mendominasi jalannya pertandingan pekan ke-29.
-
Pelatih Mauricio Souza soroti buruknya penyelesaian akhir dan kreativitas pemain di area penalti lawan.
-
Macan Kemayoran akan melakukan evaluasi total untuk membenahi ketajaman lini serang yang tumpul.
Suara.com - Persija Jakarta meninggalkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (22/4/2026) usai ditahan imbang PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 tidak sesuai target. Oleh sebab itulah evaluasi pemain akan dilakukan.
Secara permainan, Macan Kemayoran tampil dominan ketimbang PSIM. Mereka mengontrol jalannya laga, memegang 69 persen penguasaan bola, serta menciptakan total 25 tembakan dengan 10 mengarah tepat ke gawang.
Akurasi umpan yang menyentuh angka 90 persen pun mempertegas superioritas tersebut. Namun, keunggulan statistik itu tak sejalan dengan hasil akhir.
Satu-satunya gol Persija yang berstatus penyama kedudukan lahir dari titik putih lewat kaki Allano Lima pada menit ke-20.
Setelah itu, tekanan demi tekanan terus dilancarkan hingga menciptakan banyak peluang, tapi penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Hal itulah yang sangat disayangkan Souza. Juru formasi asal Brasil itu menyebut seharusnya Macan Kemayoran bisa cetak banyak gol di laga itu.
“Tidak ada gunanya menciptakan peluang seperti yang kami lakukan jika tidak bisa mengonversinya menjadi gol," kata Souza usai laga.
"Saya perlu melihat ulang pertandingan, tetapi sejauh yang saya lihat dan ingat, kami memiliki semua peluang untuk memenangkan laga ini,” jelasnya.
Mauricio menegaskan ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama dalam hal kreativitas dan ketajaman di sepertiga akhir.
Baca Juga: Pelatih Arema FC Siapkan Cara Redam Persib di GBLA
“Kami perlu lebih kreatif di sepertiga akhir lapangan dan harus lebih unggul dalam duel di area tersebut," sambungnya.
"Itu yang tidak kami tunjukkan di pertandingan sebelumnya, dan juga di laga ini,” pungkas eks Madura United tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Bocor! Surat Pemanggilan TC Piala AFF 2026: Eksel Runtukahu Dipanggil Perdana
-
Beda Nasib Pemain Timnas di Inggris: Elkan Baggott Menuju Premier League, Ole Romeny Degradasi?
-
Arsenal vs Newcastle: Statistik Memihak The Gunners tapi The Magpies Siap Jadi Mimpi Buruk
-
Rentetan Cedera Kevin Diks Jadi Sorotan, Pelatih Monchengladbach Soroti Beban Kerja Tinggi
-
Rumor: Klub Raksasa Polandia Tertarik Boyong Dony Tri Pamungkas
-
Arsenal dan Atletico Madrid Bersaing Rekrut Julian Brandt
-
Rahasia Pola Makan Cristiano Ronaldo, Disiplin Tanpa Gula dan Susu
-
Utusan Trump Usul Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026, FIFA: Mereka Pasti Datang
-
Rapor Pemain Abroad Timnas Indonesia: Joey Pelupessy Tatap Promosi Liga Belgia
-
Rasisme Gerogoti Sepak Bola Indonesia, PSSI: Prestasi Tanpa Pembinaan Karakter Tak Cukup