- Borneo FC meraih kemenangan dramatis atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Senin, 11 Mei 2026.
- Pelatih Fabio Lefundes mengubah taktik dengan memasukkan Komang Teguh dan Kaio Nunes untuk meningkatkan agresivitas serangan tim.
- Pelatih memuji kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi VAR meskipun dua gol Borneo FC sempat dianulir karena offside.
Suara.com - Kemenangan dramatis Borneo FC Samarinda atas Bali United pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 ternyata lahir dari perubahan taktik yang disiapkan Fabio Lefundes sejak awal babak kedua.
Pelatih asal Brasil itu sukses mengubah jalannya pertandingan lewat keputusan berani memasukkan Komang Teguh dan Kaio Nunes.
Pergantian tersebut membuat permainan Pesut Etam jauh lebih agresif hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan dalam laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (11/5/2026) malam.
Sebelumnya, Borneo FC sempat mengalami kesulitan menghadapi permainan Bali United pada babak pertama.
Fabio Lefundes mengungkapkan bahwa lawan mampu menciptakan masalah lewat pergerakan Yachida dan Arjuna yang membuat lini pertahanan timnya kehilangan keseimbangan.
“Jadi begini pertama, Yachida menempati ruang yang menimbulkan keraguan pada pemain kami dalam penyesuaian cara menjaga situasi itu, antara Yachida dan Arjuna,” kata Fabio Lefundes di laman I.League.
Situasi tersebut membuat Fabio memutuskan melakukan perubahan komposisi pemain demi memperbaiki keseimbangan permainan Borneo FC.
Menurut eks pelatih Madura United dan Persita Tangerang itu, masuknya Komang Teguh menjadi bagian penting untuk membuka ruang bagi Kaio Nunes tampil lebih leluasa di lini depan.
“Untuk membuka slot bagi Kaio Nunes (pemain asing), saya harus mengeluarkan satu pemain asing. Jadi kami memilih Komang masuk dan Cleylton keluar,” imbuhnya.
Baca Juga: Arema FC Bidik Sapu Bersih Kemenangan di Dua Laga Terakhir BRI Super League 2025/2026
Meski berhasil membawa Borneo FC bangkit dan menguasai pertandingan, Fabio Lefundes rupanya belum ingin sepenuhnya membocorkan strategi yang diterapkannya. Ia mengaku masih menyimpan “rahasia” karena kompetisi belum selesai.
“Tapi nanti kalau mau saya beritahu secara privat, karena kalau saya bicara sekarang, saya masih punya dua laga sisa. Nanti kalian tahu rahasianya. Tidak boleh tahu rahasianya sekarang,” ujar Fabio Lefundes sambil bercanda.
Selain puas dengan respons timnya di lapangan, Fabio juga memberikan pujian terhadap kepemimpinan wasit serta penggunaan teknologi VAR dalam pertandingan tersebut.
Diketahui, Borneo FC sempat mencetak dua gol tambahan lewat Koldo Obieta dan Juan Villa. Namun kedua gol itu dianulir setelah tinjauan VAR karena dianggap offside.
“Pertama, saya akan bicara soal wasit. Saya rasa kepemimpinannya sangat bagus. Masalah offside bukan dalam kendalinya, itu adalah garis yang dibuat VAR dan saya tidak tahu itu offside atau tidak, tapi jika VAR bilang iya, kemungkinan besar memang iya,” tutur Fabio Lefundes.
Meski anak asuhnya beberapa kali membuang peluang emas, Fabio memilih tidak terlalu keras mengkritik timnya. Ia merasa produktivitas Borneo FC musim ini sudah cukup membuktikan kualitas lini serang mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dulu Main Tanpa Alas Kaki, Ismael Diaz Kini Targetkan Panama Permalukan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!
-
Jadwal Final Coppa Italia Inter vs Lazio: Misi Double Winner Nerazzurri