-
Saud Abdulhamid membawa pengalaman profesional Eropa untuk memperkuat mentalitas timnas Arab Saudi.
-
Arab Saudi menargetkan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 dari Grup H.
-
Kemenangan bersejarah atas Argentina di tahun 2022 tetap menjadi motivasi utama para pemain.
Suara.com - Kemenangan legendaris atas Argentina menjadi fondasi kuat bagi Timnas Arab Saudi untuk memburu tiket fase gugur pada gelaran Piala Dunia 2026 mendatang. Bek sayap Saud Abdulhamid menegaskan bahwa Green Falcons kini memiliki standar baru yang jauh lebih profesional demi menghadapi grup neraka.
Transformasi individu dan kolektif menjadi senjata utama tim asuhan Georgios Donis untuk tidak sekadar menjadi penggembira di Amerika Serikat. Keberadaan pemain yang merumput di liga top Eropa seperti Abdulhamid diyakini mampu mengubah peta persaingan melawan tim-tim elite dunia.
Pengalaman bermain untuk Lens dan AS Roma memberikan perspektif baru bagi Abdulhamid mengenai arti kedisiplinan di level tertinggi sepak bola. Menurutnya, fokus penuh selama 90 menit adalah kunci agar kesalahan sekecil apa pun tidak berakhir menjadi bencana bagi tim.
"Saya telah belajar banyak – terutama disiplin, komitmen dan manajemen waktu. Itu termasuk rutinitas, pemulihan dan profesionalisme, serta fokus di lapangan," ungkap pemain berusia 26 tahun tersebut kepada FIFA.
"Di sana, satu kesalahan bisa menimbulkan masalah besar, jadi Anda harus tetap fokus selama 90 menit penuh. Mungkin hal terbesar yang saya pelajari adalah disiplin dan fokus," tambahnya mengenai pengalamannya di Eropa.
Ambisi besar kini dipatok untuk melewati pencapaian bersejarah saat mereka berhasil menembus babak 16 besar pada Piala Dunia 1994 silam. Tergabung bersama Spanyol dan Uruguay di Grup H, Arab Saudi menolak untuk merasa inferior dan siap memberikan kejutan besar lainnya.
"Ambisi kami adalah melaju sejauh mungkin. Kami berharap dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum Piala Dunia dan mencapai target yang telah kami tetapkan, yaitu melewati fase grup," tegas Abdulhamid dengan penuh percaya diri.
"Kami akan bersaing di grup yang sangat sulit, namun kami ingin melaju sejauh mungkin, dan semoga kami bisa mencapai babak sistem gugur," lanjutnya mengenai target tim di turnamen nanti.
Memori saat menumbangkan Lionel Messi dkk di Qatar masih menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah padam bagi seluruh anggota skuat. Saat itu, instruksi ruang ganti yang emosional mampu membakar semangat para pemain untuk membalikkan keadaan di babak kedua.
Baca Juga: Mengenal Agustn Delgado, Pelopor Kebangkitan Ekuador di Piala Dunia
"Perasaannya tak terlukiskan. Mereka adalah tim yang sangat kuat yang kemudian menjuarai Piala Dunia, jadi rasanya sangat aneh saat Anda mengalahkan tim sebesar Argentina," kenang Abdulhamid soal momen tersebut.
"Situasinya agak rumit karena di babak pertama, Argentina sempat mencetak beberapa gol yang dianulir karena offside, dan pelatih tidak senang dengan hal itu," jelasnya mengenai kondisi ruang ganti saat jeda pertandingan.
Gol kemenangan yang dicetak Salem Al Dawsari disebut sebagai momen puncak yang menyatukan dukungan dari seluruh penjuru stadion dan dunia. Peran Al Dawsari dianggap sangat krusial bukan hanya sebagai pencetak gol, tapi juga sebagai motivator utama di lapangan hijau.
"Dia [Al Dawsari] memberikan banyak hal. Dia sangat membantu kami, dan kami juga membantunya. Dia memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi serangan dan memotivasi tim," puji Abdulhamid terhadap rekan setimnya.
"Ketika Salem mencetak gol untuk membuat skor menjadi 2-1, rasanya seolah seluruh dunia mendukung kami. Para penggemar berdiri – Anda tidak bisa melihat siapa pun yang duduk – itu gila," tuturnya menggambarkan atmosfer luar biasa kala itu.
Perkembangan pesat Saudi Pro League dengan kedatangan bintang-bintang dunia turut mengerek kualitas pemain lokal dalam menghadapi intensitas pertandingan internasional. Semangat juang dan kepercayaan diri yang diberikan oleh pelatih baru serta dukungan suporter menjadi modal tambahan yang tak ternilai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam
-
Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil
-
Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota
-
Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran
-
Jose Mourinho Pasang Badan untuk Arteta! Sebut Kritik ke Arsenal Hal Tak Masuk Akal
-
Pesan Terakhir Istri Pemain Argentina Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Anak di Gempa Venezuela
-
Ada Final Kepagian! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Dari Anime ke Dunia Nyata: Duel Jepang vs Brasil Seperti Episode Terakhir Captain Tsubasa