Bola / Bola Dunia
Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:00 WIB
Kylian Mbappe melontarkan candaan soal AC usai membawa Prancis lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus selanjutnya akan menghadapi Paraguay. [FIFA]
Baca 10 detik
  • Timnas Prancis menjadi tim paling dirugikan di Piala Dunia 2026 akibat rasio kartu kuning yang tidak seimbang.
  • Prancis menerima satu kartu kuning setiap 12,3 pelanggaran, sedangkan lawan mereka rata-rata baru dihukum setelah 22,5 pelanggaran.
  • Data statistik menunjukkan wasit cenderung lebih tegas menghukum Prancis dibandingkan tim lain saat babak 16 besar berlangsung.

Suara.com - Timnas Prancis menjadi sorotan dalam Piala Dunia 2026, bukan hanya karena performa di lapangan, tetapi juga terkait keputusan wasit.

Sebuah statistik seperti dikutip dari RMC Sport, menunjukkan Les Bleus menjadi tim yang paling keras dihukum dibandingkan kontestan perempat final lainnya.

Data tersebut mengungkap rasio kartu kuning terhadap jumlah pelanggaran.

Prancis menerima satu kartu kuning setiap 12,3 pelanggaran, sementara lawan mereka baru mendapat kartu setelah rata-rata 22,5 pelanggaran.

Perbedaan ini semakin terasa saat Prancis menghadapi Paraguay di babak 16 besar.

Dalam laga tersebut, Paraguay melakukan 13 pelanggaran tanpa satu pun kartu kuning, sementara Prancis sudah diganjar tiga kartu dari 11 pelanggaran.

Potret Argentina di Piala Dunia 2026 (The Big Lead)

Situasi ini memicu reaksi dari publik dan pendukung Prancis.

Banyak yang menilai wasit terlalu permisif terhadap permainan keras lawan, namun lebih tegas saat menghukum Prancis.

Jika dibandingkan dengan tim lain, Prancis berada di posisi paling dirugikan dengan selisih minus 10,2 dalam rasio kartu.

Baca Juga: Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022

Inggris menjadi satu-satunya tim lain yang juga mencatat selisih negatif, meski tidak sebesar Prancis.

Sebaliknya, Argentina dan Spanyol justru dianggap lebih diuntungkan.

Kedua tim ini bisa melakukan lebih banyak pelanggaran tanpa cepat mendapatkan kartu, sementara lawan mereka relatif mudah dihukum.

Argentina, misalnya, baru menerima kartu kuning setiap 19,7 pelanggaran.

Namun lawan mereka sudah mendapat kartu hanya dalam rata-rata 5,4 pelanggaran.

Load More