- Media Al Watan Oman mengakui Timnas Indonesia sebagai kekuatan sepak bola Asia yang berkembang pesat berkat performa kompetitif.
- Peningkatan kualitas skuad Garuda didorong oleh kontribusi pemain naturalisasi berpengalaman yang bermain di kompetisi sepak bola Eropa.
- Laga persahabatan melawan Indonesia menjadi ujian strategis bagi pelatih Oman, Tariq Sektioui, dalam membangun fondasi jangka panjang tim.
Suara.com - Perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih kepala John Herdman mulai memicu decak kagum di level internasional.
Salah satu media Al Watan Oman, secara terbuka mengulas kekuatan skuad Garuda yang kini dinilai telah bertransformasi menjadi salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Asia.
Ulasan tersebut dirilis bertepatan dengan persiapan Oman yang akan melakoni pertandingan perdana mereka di bawah kendali pelatih anyar asal Maroko, Tariq Sektioui.
Bagi kubu lawan, bentrokan menghadapi Timnas Indonesia dipandang sebagai ujian perdana yang sangat krusial guna menguji fondasi proyek jangka panjang yang baru saja dirintis oleh Sektioui bersama Oman.
Meskipun fokus utama pemberitaan tertuju pada kesiapan tim mereka sendiri, Al Watan Oman secara khusus memberikan atensi yang sangat besar terhadap grafik peningkatan performa yang diperlihatkan oleh Timnas Indonesia.
Media tersebut menyoroti bagaimana daya saing skuad Garuda melesat tajam setelah tampil kompetitif pada gelaran Kualifikasi Piala Dunia sebelumnya.
Kemampuan tim Merah Putih dalam menyajikan permainan teknik tingkat tinggi saat berhadapan dengan tim-tim elite Asia menjadi alasan utama di balik tingginya rasa respek mereka.
"Pertandingan besok dianggap sebagai pengalaman yang sangat kuat dan menarik, terutama karena tim Indonesia menunjukkan level teknik yang sangat baik di kualifikasi Piala Dunia terakhir, mencapai babak play-off sebelum tersingkir oleh Arab Saudi dan Irak," tulis Al Watan Oman, dalam laporannya.
Peningkatan drastis dari kekuatan skuad Garuda dinilai tidak lepas dari keberadaan para pemain berpengalaman, khususnya gelombang kehadiran para pemain naturalisasi berkualitas yang merumput di kompetisi Eropa.
Baca Juga: Kata-kata Tarik Sektioui, Pelatih Oman Jelang Lawan Timnas Indonesia
Keberadaan para pilar diaspora tersebut dinilai sukses mendongkrak mentalitas bertanding serta mengubah citra sepak bola Indonesia di mata Asia.
"Tim Indonesia memiliki pemain berpengalaman, terutama sejumlah pemain naturalisasi yang telah banyak berkontribusi bagi tim dan telah menempatkan tim Indonesia pada posisi yang kompetitif setelah sebelumnya menjadi tim yang tidak dianggap serius di Asia," kata media Oman itu.
Selain aspek kualitas di dalam lapangan, atmosfer luar biasa yang dihadirkan oleh para pendukung fanatik Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) juga diidentifikasi sebagai tantangan mental yang sangat berat bagi armada Oman.
Fanatisme suporter dinilai akan menjadi motor penggerak yang luar biasa bagi perjuangan anak-anak asuh John Herdman.
"Para penggemar Indonesia akan hadir dalam jumlah besar, karena mereka dikenal karena kecintaan dan semangat mereka terhadap tim nasional. Terlebih lagi, mereka adalah pendukung yang memotivasi, bukan sekadar penonton. Ini berarti pertandingan akan menjadi laga yang lengkap, yang akan menjamin kesuksesannya," lanjut mereka.
Bagi Oman, laga melawan Timnas Indonesia bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa.
Berita Terkait
-
Calvin Verdonk Belum Tentu Starter Lawan Oman, Kenapa?
-
John Herdman Bongkar Kondisi Calvin Verdonk yang Telat Gabung TC Timnas Indonesia
-
Kevin Diks Akui Rizky Ridho Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia
-
Adu Kuat Timnas Indonesia vs Oman, Siapa yang Banyak Kalah?
-
Kekuatan Timnas Indonesia Melesat Tajam, Oman Akui Skuad Garuda Kini Jauh Lebih Modern
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan