-
Bek Oman, Khalid Al Braiki, melayangkan pujian terhadap perkembangan gaya sepak bola modern Timnas Indonesia.
-
Kehadiran Ole Romeny dan pemain naturalisasi membuat kekuatan Skuad Garuda kini jauh lebih diunggulkan.
-
Oman memulai era baru bersama pelatih Tari Sektioui dalam laga di Stadion Utama GBK.
Suara.com - Gaya permainan Timnas Indonesia kini mendapatkan pengakuan internasional sebagai salah satu kekuatan sepak bola modern yang patut diperhitungkan.
Statistik impresif Skuad Garuda dalam beberapa laga internasional terakhir memicu kewaspadaan tinggi dari tim nasional Oman.
Pertemuan di lapangan hijau ini menjadi parameter penting bagi kedua negara untuk menguji efektivitas transformasi taktik masing-masing.
"Kami di sini sekarang untuk bersiap menghadapi pertandingan yang sangat penting melawan salah satu tim modern," kata Al Braiki dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6).
"Kami melihat pertandingan mereka di kualifikasi terakhir dan itu adalah tim yang sangat bagus. Jadi, kami sangat senang bermain melawan Indonesia," ujarnya menambahkan.
Komposisi pemain Skuad Garuda saat ini mengalami perombakan masif yang meningkatkan kualitas permainan secara signifikan.
Kehadiran striker tajam Ole Romeny bersama deretan pemain naturalisasi berkualitas menjadi pembeda utama dalam kedalaman tim.
Kondisi tersebut memperbesar peluang Indonesia untuk membalikkan peta persaingan atas tim-tim tangguh asal Timur Tengah.
Di sisi lain, tim tamu juga datang dengan ambisi besar bersama arsitek strategi yang baru.
Baca Juga: Pelatih Oman Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan atas Timnas Indonesia
Oman sedang membangun pondasi taktik anyar di bawah komando pelatih berpengalaman asal Turki, Tari Sektioui.
"Dan kami juga memulai babak baru dengan staf teknis yang baru, dengan pelatih kepala Tariq Sektioui. Dan kami percaya kami akan mencapai hal-hal besar."
"Kami juga sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini, dan kami sangat senang memiliki pelatih baru kami. Kami memercayainya dan akan sangat menyenangkan untuk melakukan yang terbaik bagi tim. Terima kasih, terima kasih," tutur Al Braiki.
Berdasarkan jadwal, bentrokan sengit FIFA Matchday periode Juni 2026 ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Laga yang dinanti publik sepak bola nasional ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6) malam WIB.
Pertandingan ini memutus penantian panjang setelah kedua negara tidak saling berhadapan selama lima tahun terakhir.
Dalam memori kolektif, Indonesia sempat menelan kekalahan 1-3 dari Oman pada laga persahabatan di Dubai pada Mei 2021.
Kini, dengan status Indonesia sebagai tim sepak bola modern, hasil akhir di Jakarta diprediksi akan jauh berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata
-
Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur
-
Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?
-
Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi
-
Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z
-
Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
-
Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua