Bola / Bola Indonesia
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:38 WIB
FIFA membebaskan wasit VAR Shaun Evans dari tuduhan terkait simbol supremasi kulit putih di Piala Dunia 2026. Gestur kontroversial disebut hanya kedutan tak sadar. AFP
Baca 10 detik
  • FIFA resmi membebaskan wasit VAR Shaun Evans dari tuduhan gerakan tangan kontroversial saat laga Jerman melawan Curacao.
  • Hasil investigasi FIFA menyatakan gerakan tersebut merupakan kedutan bawah sadar, bukan simbol kebencian atau supremasi kulit putih.
  • Sebagai tindak lanjut, FIFA mengubah protokol siaran langsung dengan tidak lagi menampilkan wasit VAR menatap ke arah kamera.

Ia pun menyatakan rasa penyesalannya atas interpretasi publik yang mengaitkan gerakan tersebut dengan simbol kebencian atau rasisme.

"Tentu saja saya mengerti bagaimana gestur tersebut telah ditafsirkan dan saya menyesali hal ini, namun saya ingin sangat jelas dan secara tegas mengatakan bahwa saya tidak secara sadar atau sengaja membuat simbol tangan yang dituduhkan," tutur Shaun Evans.

FIFA Ubah Protokol Siaran VAR

Meskipun Shaun Evans dinyatakan tidak bersalah, FIFA tampaknya langsung melakukan evaluasi cepat terhadap cara penayangan ruang VAR di televisi.

Pada laga-laga setelah kemenangan telak Jerman 7-1 atas Curacao tersebut, protokol siaran langsung menunjukkan perubahan yang sangat mencolok.

Para petugas VAR kini tidak lagi berpose menatap kamera saat nama mereka ditampilkan di layar kaca sebelum pertandingan dimulai.

Sebaliknya, kamera hanya menyorot para wasit yang sudah fokus bekerja di depan monitor masing-masing demi menghindari potensi kontroversi serupa.

Shaun Evans sendiri mengaku bangga bisa bertugas di ajang sebesar Piala Dunia dan siap memberikan dukungan penuh bagi rekan-rekan wasit lainnya.

"Menjadi wasit di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan untuk mendukung rekan-rekan saya di sisa turnamen," pungkas Shaun Evans.

Baca Juga: Tahan Imbang Uruguay, Arab Saudi Perpanjang Catatan Wakil Asia Belum Kalah di Piala Dunia 2026

Latar Belakang Simbol OK Terbalik

Simbol tangan "OK" terbalik memiliki dua makna yang sangat bertolak belakang, yakni sebagai lelucon circle game yang populer di internet atau sebagai kode supremasi kulit putih.

Sejak 2017, kelompok sayap kanan mulai menggunakan tanda ini sebagai taktik provokasi hingga akhirnya dimasukkan ke dalam daftar simbol kebencian oleh Anti-Defamation League (ADL) pada 2019.

Organisasi anti-diskriminasi seperti Kick It Out dan jaringan Fare sempat meminta klarifikasi FIFA sebelum keputusan resmi ini dikeluarkan.

Shaun Evans sendiri bukan nama baru di dunia perwasitan internasional karena ia telah masuk daftar wasit FIFA sejak 2017 dan pernah bertugas di Piala Dunia 2022 Qatar.

Load More