- FIFA resmi membebaskan wasit VAR Shaun Evans dari tuduhan gerakan tangan kontroversial saat laga Jerman melawan Curacao.
- Hasil investigasi FIFA menyatakan gerakan tersebut merupakan kedutan bawah sadar, bukan simbol kebencian atau supremasi kulit putih.
- Sebagai tindak lanjut, FIFA mengubah protokol siaran langsung dengan tidak lagi menampilkan wasit VAR menatap ke arah kamera.
Ia pun menyatakan rasa penyesalannya atas interpretasi publik yang mengaitkan gerakan tersebut dengan simbol kebencian atau rasisme.
"Tentu saja saya mengerti bagaimana gestur tersebut telah ditafsirkan dan saya menyesali hal ini, namun saya ingin sangat jelas dan secara tegas mengatakan bahwa saya tidak secara sadar atau sengaja membuat simbol tangan yang dituduhkan," tutur Shaun Evans.
FIFA Ubah Protokol Siaran VAR
Meskipun Shaun Evans dinyatakan tidak bersalah, FIFA tampaknya langsung melakukan evaluasi cepat terhadap cara penayangan ruang VAR di televisi.
Pada laga-laga setelah kemenangan telak Jerman 7-1 atas Curacao tersebut, protokol siaran langsung menunjukkan perubahan yang sangat mencolok.
Para petugas VAR kini tidak lagi berpose menatap kamera saat nama mereka ditampilkan di layar kaca sebelum pertandingan dimulai.
Sebaliknya, kamera hanya menyorot para wasit yang sudah fokus bekerja di depan monitor masing-masing demi menghindari potensi kontroversi serupa.
Shaun Evans sendiri mengaku bangga bisa bertugas di ajang sebesar Piala Dunia dan siap memberikan dukungan penuh bagi rekan-rekan wasit lainnya.
"Menjadi wasit di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan untuk mendukung rekan-rekan saya di sisa turnamen," pungkas Shaun Evans.
Baca Juga: Tahan Imbang Uruguay, Arab Saudi Perpanjang Catatan Wakil Asia Belum Kalah di Piala Dunia 2026
Latar Belakang Simbol OK Terbalik
Simbol tangan "OK" terbalik memiliki dua makna yang sangat bertolak belakang, yakni sebagai lelucon circle game yang populer di internet atau sebagai kode supremasi kulit putih.
Sejak 2017, kelompok sayap kanan mulai menggunakan tanda ini sebagai taktik provokasi hingga akhirnya dimasukkan ke dalam daftar simbol kebencian oleh Anti-Defamation League (ADL) pada 2019.
Organisasi anti-diskriminasi seperti Kick It Out dan jaringan Fare sempat meminta klarifikasi FIFA sebelum keputusan resmi ini dikeluarkan.
Shaun Evans sendiri bukan nama baru di dunia perwasitan internasional karena ia telah masuk daftar wasit FIFA sejak 2017 dan pernah bertugas di Piala Dunia 2022 Qatar.
Berita Terkait
-
Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium
-
Mikel Oyarzabal 0 Sentuhan di 30 Menit Pertama! Begini Cara Cape Verde 'Matikan' Spanyol
-
Hasil Piala Dunia 2026: Saling Kejar Gol, Iran Ditahan Imbang Selandia Baru
-
Rekor dan Air Mata Vozinha: Kiper Cape Verde yang Permalukan Spanyol di Tengah Masalah Visa Sang Ibu
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Berjanji Tak Malas Ikut Bertahan Jelang Prancis vs Senegal
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bikin Spanyol Tidak Berdaya, Kiper Cape Verde Kebanjiran Followers Jutaan
-
Dari Poster Ali Khamenei hinga Bendera Palestina Berkibar di Laga Iran vs Selandia Baru
-
Gagal Angkat Trofi di Medan, Mathew Baker Haru Bela Timnas Indonesia di Tempat Leluhur
-
Bukayo Saka Tegaskan Siap Tampil Lawan Kroasia, Tepis Keraguan soal Kondisi Fisik
-
CBF Bungkam! Kondisi Neymar Misterius, Hampir Pasti Tak Bakal Main di Piala Dunia 2026
-
Arab Saudi Tahan Uruguay, Al-Dawsari Tegaskan Green Falcons Bukan Tim Pelengkap Piala Dunia 2026
-
Isu Baku Hantam Ruang Ganti, Tunisia Pecat Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium
-
Mikel Oyarzabal 0 Sentuhan di 30 Menit Pertama! Begini Cara Cape Verde 'Matikan' Spanyol
-
Hasil Piala Dunia 2026: Saling Kejar Gol, Iran Ditahan Imbang Selandia Baru