- Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar Women's Soccer Trilogy 2026 di Supersoccer Arena Kudus mulai Juni hingga Agustus mendatang.
- Pelatih Timo Scheunemann dan Jacksen F. Tiago menyeleksi pemain muda berbakat untuk memperkuat Timnas Putri menuju ajang internasional.
- Program kompetisi berjenjang ini bertujuan menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola putri yang berkelanjutan hingga level profesional di Indonesia.
“Proses pembinaan yang berkesinambungan ini memiliki benang merah sangat kuat untuk semua kelompok umur, mulai dari 8 hingga 18 tahun," ujar Teddy Tjahjono.
“Wadah untuk berlatih, bermain, dan berkompetisi pun sudah terbentuk dalam ekosistem yang selama tiga tahun terakhir dibangun oleh Djarum Foundation," ungkap Teddy Tjahjono.
“Muaranya akan terbentuk talent pool yang banyak untuk pilihan memperkuat timnas. Salah satunya, di ajang Srikandi Merdeka Cup nanti akan terbentuk skuad U-16 yang akan bermain di Kualifikasi AFC Cup pada 5 Oktober mendatang,” jelas Teddy Tjahjono.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi Daerah
Upaya konkret dari pihak swasta ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian dan pariwisata Kabupaten Kudus.
“Terima kasih untuk Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan tiga event besar berskala nasional dan internasional dengan Supersoccer Arena Kudus yang jadi tuan rumah," kata Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton.
“Selain dikenal sebagai kota yang melahirkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi, kami berharap Kudus juga semakin dikenal sebagai pusat pengembangan sepak bola putri Indonesia,” harap Bellinda Birton.
“Penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy ini tentu memiliki dampak positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui UMKM," imbuh Bellinda Birton.
Oase Bagi Calon Srikandi Masa Depan
Baca Juga: Jadi Ajang Seleksi Pemain Timnas Putri U-16, Arema FC Juara HSL Surabaya
Hadirnya wadah kompetisi yang jelas dan berkesinambungan menjadi angin segar bagi para pesepak bola putri muda yang bercita-cita meniti karier profesional.
“Sepak bola putri sudah semakin berkembang, semakin banyak pula yang ikut bermain," ujar pemain usia dini asal Jepara, Queisha Sava Azzalfa.
"Menurut aku setiap tingkatan ada kesulitannya sendiri, seperti di MLSC kita mendalami teknik dasar, tetapi saat di HYDROPLUS Soccer League kita main teknik yang baik," jelas Queisha Sava Azzalfa.
"Aku harus lebih bekerja keras lagi dan pantang menyerah karena aku ingin jadi pesepak bola profesional,” tambah Queisha Sava Azzalfa.
Semangat serupa juga ditunjukkan oleh pemain asal Pati yang baru meraih penghargaan Best Player KU 12 MLSC Kudus Seri 2.
“Alhamdulillah terpilih untuk tim MLSC All-Stars Kudus karena di sini persaingannya sangat ketat," ucap siswi SDN Jambean 02 Pati, Sabrina Dwi Ristiyana.
"Rasanya lebih tertantang dari bertanding di level SD, lalu meningkat ke level selanjutnya di HYDROPLUS Soccer League," lanjut Sabrina Dwi Ristiyana.
"Aku tidak sabar untuk menonton Srikandi Merdeka Cup nanti," ujarnya.
"Karena pasti akan seru, untuk mengambil pelajaran bagaimana cara bermain di level timnas," tambah Sabrina Dwi Ristiyana.
Mengejar Prestasi di Kancah Asia
Antusiasme yang sama turut dirasakan oleh pemain muda lainnya yang termotivasi dengan hadirnya pertandingan internasional di kota mereka.
“Senang sekali sekarang kita yang suka sepak bola sudah punya wadah turnamen, jadi bisa memiliki target. Kalau SD bermain di MLSC, lalu setelahnya bermain di HYDROPLUS Soccer League," kata penyerang muda, Ghaitsa Luffi Arachman.
"Apalagi nanti ada Srikandi Merdeka Cup di Kudus, rasanya senang banget bisa melihat pertandingan tingkat internasional. Itu jadi tambahan motivasi untukku untuk giat berlatih," tutur Ghaitsa Luffi Arachman.
"Siapa tahu suatu saat akan juga bisa main bareng Timnas Indonesia seperti kakak-kakak nanti,” pungkas Ghaitsa Luffi Arachman penuh harap.
Sebagai informasi, minat masyarakat terhadap sepak bola putri di Indonesia terus meningkat dalam tiga tahun terakhir seiring masifnya penyelenggaraan kompetisi usia dini di berbagai daerah.
Ekosistem yang sebelumnya belum terbentuk kini mulai dibangun secara berjenjang untuk mengejar ketertinggalan prestasi dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Muara dari rangkaian Women's Soccer Trilogy 2026 adalah lahirnya generasi baru pesepak bola putri yang siap memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk Kualifikasi AFC Cup mendatang.
Berita Terkait
-
HPSL Jakarta Tuntas, Sinergi dengan PSSI Diharapkan Berlanjut Demi Sepak Bola Putri
-
Ada Apa dengan Garuda Pertiwi? Alasan Satoru Mochizuki Minta Maaf Usai Keok dari Singapura
-
Satoru Mochizuki Minta Maaf Usai Timnas Putri Indonesia Takluk 0-2 dari Singapura
-
Jalan Menuju Timnas U-16, Putri Surakarta Dampingi Scorpion FC ke HSL Nasional!
-
Kudus dan Malang Lahirkan Juara Baru, Coach Timo Kantongi Nama Calon Pemain untuk MLSC All-Star
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial