Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 01:55 WIB
Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier di Laga Argentina vs Mesir [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Argentina menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang penuh kontroversi kepemimpinan wasit.
  • Wasit Francois Letexier menganulir gol Mesir dan mengabaikan peninjauan VAR atas dugaan pelanggaran terhadap pemain Mesir.
  • Tindakan Letexier dinilai tidak konsisten dan memicu protes keras karena dianggap merugikan tim Mesir sepanjang pertandingan.

Suara.com - Kontroversi besar mewarnai laga panas babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir.

Wasit asal Prancis, Francois Letexier,, menjadi sorotan setelah sejumlah keputusannya dinilai merugikan The Pharaohs.

Dalam pertandingan yang berakhir 3-2 untuk Timnas Argentina, Letexier menganulir gol Mesir yang dicetak Mostafa Ziko.

Keputusan itu diambil dengan alasan adanya pelanggaran lebih dulu, meski memicu protes keras dari para pemain dan ofisial Mesir.

Tak hanya itu, kontroversi berlanjut saat Argentina mencetak gol ketiga.

Kubu Mesir menilai seharusnya ada penalti setelah Yasser Ibrahim ditarik di kotak terlarang, sementara Mohamed Salah juga diduga dilanggar di awal proses serangan.

Anehnya, Letexier tidak meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR.

Wasit Francois Letexier yang memimpin laga final Piala Eropa 2024 (uefa.com)

Padahal, situasi serupa sebelumnya justru digunakan untuk membatalkan gol Mesir, memunculkan tudingan inkonsistensi dalam pengambilan keputusan.

Reputasi Letexier sebagai wasit kontroversial bukan hal baru.

Baca Juga: Tampang Wakil Rakyat yang Lontarkan Serangan Rasis ke Kylian Mbappe

Ia sebelumnya juga menuai kritik dalam laga Ligue 1, termasuk pertandingan antara Marseille dan Monaco yang dipenuhi keputusan ganjil.

Media Prancis menyoroti standar kepemimpinan Letexier yang dianggap tidak konsisten.

Sejumlah analis menyebut keputusannya kerap berbeda dalam situasi serupa, sehingga mengganggu ritme pertandingan.

Dalam laga lain antara Lyon dan Saint-Étienne, otoritas wasit bahkan mengakui adanya kesalahan serius.

Salah satunya terkait pelanggaran terhadap Lucas Stassin yang seharusnya berujung kartu merah, namun hanya diberi kartu kuning setelah tinjauan VAR.

Di Indonesia, nama Letexier sempat menuai kontroversi saat memimpin laga playoff Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia vs Guinea.

Keputusannya memberikan dua penalti untuk Guinea menuai protes keras.

Salah satu penalti dinilai kontroversial karena terjadi di luar kotak penalti.

Protes keras pelatih Shin Tae-yong saat itu justru berujung kartu merah, yang semakin memicu kemarahan publik sepak bola Indonesia.

Load More