- Millwall FC didirikan oleh buruh pabrik pada 1885 di London dengan identitas kelas pekerja yang sangat kuat.
- Stadion The Den menjadi markas angker yang mencerminkan mentalitas keras dan pragmatis bagi para pemain lawan.
- Klub yang kini diperkuat Elkan Baggott ini konsisten menjaga loyalitas pendukung meski minim prestasi di liga utama.
Suara.com - Millwall FC bukan klub yang mencari simpati aoalagi engagement di sosial media.
Justru sebaliknya, identitas mereka terangkum dalam chant legendaris, “No one likes us, we don’t care.”
Slogan itu bukan sekadar nyanyian, melainkan filosofi yang mengakar kuat sejak berdiri.
Klub asal London Selatan ini hidup dalam semangat perlawanan.
Loyalitas, humor gelap, dan rasa kebersamaan menjadi bahan bakar utama yang membuat Millwall tetap eksis di tengah kerasnya sepak bola Inggris.
Lahir dari Buruh, Dibesarkan oleh Konflik
Didirikan pada 1885 oleh pekerja pabrik pengalengan di Isle of Dogs, Millwall lahir dari kelas pekerja.
Awalnya bernama Millwall Rovers, klub ini sejak awal jauh dari kesan elegan atau glamor.
Identitas itu terus terbawa bahkan setelah mereka pindah ke selatan Sungai Thames.
Baca Juga: Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
Millwall bukan dibangun untuk kemewahan, tetapi untuk bertahan dalam kerasnya realitas.
The Den: Stadion atau Medan Ujian
Kandang mereka, The Den, dikenal sebagai salah satu stadion paling berat di Inggris.
Atmosfernya keras, bising, dan tidak ramah bagi tim tamu.
“Millwall adalah klub yang sangat identik dengan komunitas pekerja, penuh loyalitas, dan sering disalahpahami,” ujar eks kiper AS yang pernah bela Millwall, Kasey Keller.
Bagi banyak lawan, bermain di The Den terasa seperti ujian mental.
Berita Terkait
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
Berapa Nilai Transfer Elkan Baggott ke Millwall FC? Tembus Rekor Pribadi!
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Mengintip Honda GL150: Inikah Penerus GL Pro Neotech yang Legendaris? Harga Kelas Premium
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi
-
5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
-
Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?
-
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
-
Imigrasi Sumut Jalin Sinergi dengan Pemkab Batubara untuk Hadirkan Layanan Keimigrasian