- Pemain Tenerife Jesus de Miguel tewas akibat henti jantung usai benturan dengan kiper Andorra Jesus Owono di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez pada hari Minggu.
- Kepolisian Nasional Spanyol menyelidiki insiden tersebut sebagai dugaan pembunuhan tidak disengaja, meski pakar hukum menilai unsur pidana sulit dibuktikan karena bagian dari risiko olahraga.
- Pakar hukum olahraga Toni Roca menyatakan kiper Owono berpotensi menghadapi sanksi disiplin larangan bermain sebanyak empat hingga dua belas pertandingan.
Suara.com - Kematian pemain Tenerife, Jesus de Miguel, setelah mengalami benturan keras dengan kiper Andorra, Jesús Owono, menjadi sorotan dunia sepak bola.
nsiden tragis tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan sanksi pidana maupun hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada Owono.
De Miguel mengalami henti jantung setelah terkena hantaman lutut di bagian dada dalam pertandingan Liga yang mempertemukan Tenerife dan Andorra pada Minggu.
Pertandingan di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez itu kemudian dihentikan, sementara sang pemain dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Polisi Nasional Spanyol telah membuka penyelidikan atas dugaan pembunuhan tidak disengaja.
Pakar Hukum Nilai Unsur Pidana Sulit Dibuktikan
Jaksa Kepala Tenerife, José Luis Sánchez-Jáuregui, menilai proses pidana terhadap Owono akan sulit dilakukan.
Ia mengingatkan bahwa doktrin Mahkamah Agung Spanyol menyatakan cedera dalam olahraga pada prinsipnya tidak dapat dipidana, kecuali terjadi serangan nyata di luar konteks permainan.
Pengacara pidana Eva Papadopulos, anggota Dewan Penasihat Ikatan Advokat Madrid (ICAM), juga menilai insiden tersebut sebagai kecelakaan dalam pertandingan.
"Ini merupakan kecelakaan yang terjadi dalam aksi normal permainan dan saya tidak melihat dasar untuk membebankan tanggung jawab pidana kepada kiper atas kematian tersebut," kata Papadopulos dikutip dari 20minutos.es
Ia menjelaskan, benturan fisik dan risiko cedera merupakan bagian dari sepak bola.
Tanggung jawab pidana baru berpotensi muncul apabila terbukti pemain melakukan tindakan sengaja atau kelalaian yang secara hukum dianggap serius dan melampaui risiko normal olahraga.
Pandangan serupa disampaikan pengacara pidana Ricardo Agud.
Menurutnya, insiden tersebut kemungkinan besar dipandang sebagai bagian dari permainan, terlebih jika tidak ditemukan niat Owono untuk mencederai De Miguel.
Agud menyebut kelalaian ringan juga tidak otomatis menimbulkan pertanggungjawaban pidana.