SuaraCianjur.id, - Bonsai tanaman atau pohon yang dikerdilkan dan disimpan di dalam pot yang bisa dibentuk sesuai keinginan, seperti halnya miniatur. Salah satunya bonsai dari kalapa yang dikreasikan menjadi unik dan menarik.
Budi salah satu warga Kabupaten Subang ini membuat bonsai tanaman kelapa yang enak dipanjang. Di kediamannya di Jalan Pejuang 45, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang Kota, Kabupaten Subang, tanaman bonsai yang dibuat oleh Budi ini berbagai macam. Ada bonsai kelapa yang dibentuk seperti kura-kura, atau bonsai kalapa yang dibuat pada umumnya seperti digantung.
Budi mengatakan, berawal dari hobi merawat tanavan, dirinya kini membuat aneka jenis bonsai salah satunya dari kelapa.
"Saya tuh hobi ya merawat tanaman. Terus bonsai juga salah satu hobi saya ya," kata dia.
Lantaran kecintaannya terhadap tanaman, Budi pun rajin membuar tanaman bonsai. Terdapat dua metode yang digunakan oleh Budi untuk membuat bonsai kelapa, salah satunya menggunakan metode air dan metode tanam.
"Awalnya saya memang tidak punya aktivitas apapun tidak bekerja juga saya memang hobi juga buat bonsai, mulainya juga baru-baru ini belum ada satu tahun," ujar Budi.
Dikatakan Budi, cara membuat bonsai kura-kura dari buah kelapa ini ia hanya membutuhkan bahan kelapa yang sudah tua. Kemudian diukir seperti halnya kura-kura sebagai hiasan bonsai. Untuk tumbuh secara maksimal hingga menjadi tunas, bonsai kelapa ini membutuhkan waktu selama dua bulan.
"Sebetulnya ini beda dengan yang lain. Kata orang lain mah bonsai kelapa bisa dibilang legend," tuturnya.
Bonsai kelapa kura-kura karya tangan terampil Budi ini, sudah banyak yang memesan hingga luar Kabupaten Subang seperti Banten dan Kota Bandung.
Baca Juga: Tampil Cantik dan Feminim, Inilah Gaya Kapolres Subang di Acara Jawara Fashion Street
"Alhamdulillah ya. Dari Banten dan Bandung sengaja memesan bonsai ini ke saya," ujarnya.
Untuk harganya bonsai kelapa kura-kura ini, Budi menjualnya mulai dari harga Rp.100 ribu hingga Rp. 250 ribu.
"Kalau untuk ukiran yang bentuk kura-kura saya jual Rp.250 ribu. Untuk yang kura-kura itu sebisa saya saja bikinnya dibuat menarik," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
10 Tempat Bukber Murah di Palembang di Bawah Rp50 Ribu, Cocok untuk Rame-Rame
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Perjuangan Haia Meraih Mimpi dan Konflik Poligami dalam Novel Laut Tengah
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Dari Video TikTok ke Balik Jeruji, Dugaan Hina Nabi Ini Berujung Penahanan
-
Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI
-
Ramadan 2026, Taman Softball GBK Jadi Spot Ngabuburit dengan Pilihan Kuliner Beragam
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara
-
Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan
-
Kritikan Pakar ke KPK: Konstruksi Hukum Kasus Kuota Haji Dianggap Aneh, Ini Alasannya