SuaraCianjur.id- Para pelajar yang berasal dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Tanggeng, Kabupaten Cianjur terpaksa harus melewati jembatan gantung Cigembong dengan kondisi rusak demi berangkat ke sekolah.
Jembatan Cigembong merupakan akses menyebrang bagi warga setemapt untuk melewati wilayah Desa Mekarjaya dengan Desa Sinarjaya.
Kini penampakan jembatan tersebut sangat memprihatinkan. Kondisi pada bagian pondasi bambu yang telah hancur, hanya menyisakan kawat seling. Tentunya hal tersebut membahayakan warga yang melintas jembatan tersebut, terutama saat hujan datang.
Mau tidak mau para pelajar SD, SMP, hingga SMA di desa tersebut masih harus terpaksa untuk tetap menggunakan jembatan tersebut, karena belum ada jalan alternatif lain.
Ketua RW01 Ahmad Suharlan sangat prihatin melihat mereka yang ingin berangkat sekolah harus bertaruh nyawa menyusui jembatan yang rusak, demi utnuk pergi ke sekolah.
“Kasihan sama anak-anak SD, MTs dan SMK tiap hari harus menyeberang melewati jembatan yang sudah tidak ada alasnya, hanya mengandalkan kekuatan kawat penghubung saja,”kata Ahmad.
Atas kondisi tersebut, Ahmad mengaku seluruh warga sekitar berencana untuk segera melakukan renovasi jembatan tersebut dalam waktu dekat.
Dirnya beserta pihak lainnya telah meminta bantuan untuk proses pembangunan kembali jembatan penyebrangan tersebut, kepada Kabupaten Cianjur.
“Kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur, kami harap ada bantuan kepada kampung kami dalam proses pembangunan jembatan, supaya pelajar tidak ambil resiko lagi saat menyebrang,” kata dia.
Baca Juga: Polisi Terjunkan Raisa Amankan Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Buruh dan Mahasiswa
Berita Terkait
-
Miris Sekali 1.000 Kondisi Sekolah SD di Cianjur Rusak, Pemkab Didesak Segera Perbaiki Demi Siswa
-
Aksi Seorang Pria 22 Tahun di Cianjur Loncat dari Lantai 3 Tempat Hiburan, Nyawa Melayang
-
Peristiwa Longsor dan Angin Kencang Kepung Cianjur, Beberapa Rumah Rusak dan Warga Dievakuasi
-
Kapolres Cianjur Berikan Jaminan Perlindungan untuk Ibu yang Diancam Anaknya Kandungnya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
5 Cushion dengan Isi Paling Banyak, Lebih Awet dan Tidak Cepat Retak
-
Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar
-
5 Rekomendasi HP Tecno dengan Kamera Bagus dan RAM Besar
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Perebutan Ketum PB Percasi 2026-2030 Mengarah ke Agustiar Sabran
-
Begini Cara LG Taklukkan Pasar Indonesia : Teknologi Global, Sentuhan Lokal
-
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia