SuaraCianjur.id- Peluru antik ditemukan di tempat kejadin perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Entah siapa pemilik dari peluru tersebut.
Awalnya hanya ditemukan dua jenis senjata yakni Glock- 17 dan HS dalam pembunuhan Brigadir J di TKP. Namun dalam kasus penembakkan ditemukan ada tiga jenis peluru.
Namun kini ada temuan peluru yang diduga ditembakan dari jenis senjata lain. Setidaknya ditemukan enam peluru berkode pin 9 CA, 14 peluru berkode S&B, dan terbaru satu peluru berkode LZ Luger 9mm.
Peluru dengan kode LZ Luger 9mm itu, ada dugaan ditembakan dari jenis pistol antik Luger.
Pistol Luger bukanlah senjata biasa, karena jenis pistol ini sudah ada sejak awal tahun 1900-an.
Senjata ini digunakan oleh angkatan laut Kekaisaran Jerman, sejak tahun 1904. Hingga pada tahun 1908 pistol yang juga dijuluki Parabellum-Pistole itu, diperkenalkan sebagai pistol organik Kekaisaran Jerman.
Bahkan para perwira NAZI dulu terkenal menggunakan pistol ini.
Menyoal adanya temuan peluru antik tersebut, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menduga kalau senjata antik tersebut milik ayah Ferdy Sambo.
"Jadi orang-orang yang punya koleksi senjata seperti itu tentu adalah yang berlatar belajag yang sudah sejak dulu menguasi persendayaan," ungkap Kamaruddin dalam wawancara Kompas TV, seperti mengutip dari Suara.com, Senin (19/9/2022).
"Adalah ayah Ferdy Sambo, itu kan pensiuan terakhir adaah mayor jenderal, jeda kemukinan besar dia bisa mengoleksi senjata kuno," kata dia.
Kamaruddin Simanjuntak pun menduga juga ada dugaan pelaku lain yang turut menembak Brigadir J, dengan menggunakan senjata tersebut.
“Penembakan ini saya yakini lebih dari satu-dua orang apalagi kalau ditemukan senjata luger dimana adalah buatan Jerman,” ujar Khamaruddin.
Kamaruddin menyebut kalau Pistol Luger adalah senjata buatan Jerman, sehingga kemungkinan senjata tersebut adalah koleksi, bagi pemiliknya.
Tag
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS: Permohonan Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat!
-
Kabareksrim Jawab Tudingan Beri Konfirmasi ke Kamaruddin Simanjuntak Soal Ferdy Sambo Nikahi Si Cantik
-
Sidang Banding Digelar Tapi Ferdy Sambo Tidak Dihadirkan, Apa Keputusannya?
-
Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Tiba-tiba Minta Maaf, Bilang Pihak Keluarga Bilang Sudah Capek
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak