/
Senin, 03 Oktober 2022 | 13:51 WIB
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang (Foto Istimewa / Media Sosial Twitter)

SuaraCianjur.id- Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan menyisakan duka mendalam bagi seluruh insan sepakbola. Tak hanya di Indonesia bahkan di dunia. Korban tewas dalam peristiwa tersebut mencapai ratusan orang.

Polri mengungkapkan, total korban secara keseluruhan dalam tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang mencapai 455 orang. Data tersebut merupakan data terbaru hingga hari Senin (3/10/2022).

"Dokpol update data korban jumlah korban ada 455 orang," terang Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin (3/10/2022).

Dari jumlah total para korban itu sebanyak 125 orang di antaranya meninggal dunia, sementara sisanya adalah korban yang mengalami luka ringan dan berat.

"Meninggal dunia 125 orang, luka berat 21 orang dan luka ringan sebanyak 304 orang,"ungkapnya.

Seperti yang diketahui, kerusuhan meletus di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, pada hari Sabtu (1/10) kemarin.  Dalm hal itu, tim tamu menang atas tuan rumahnya dengan skor 2-3.

Usai pertandingan tampak suporter dari Arema FC merangsek masuk ke dalam area lapangan. Hingga tragedi pun terjadi ketika pihak keamanan melepaskan gas air mata kea rah tribun penonton.

Kerusuhan terjadi akibat ribuan dari suporter Aremania turun ke lapangan, begitu di lapangan mereka mendapatkan hadangan dari aparat yang berjaga.

Gas air mata yang dilepaskan oleh pihak kepolisian diduga menjadi pemicu tragedi tersebut. Banyak penonton yang berebut pintu keluar karena asap dari gas air mata. FIFA melarang adanya penggunaan gas air mata.

Baca Juga: Mami Online Beberkan Masa Lalu Rizky Billar: Dia Tempramen

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menjelasakan jika penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur. Pihak kepolisian melakukan hal itu karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk ke area lapangan.

Ketika asap dari gas air mata itu telah menyelimuti, maka suporter berhamburan menuju pintu 12 hingga membuat area itu mengalami penumpukan.

“Saat terjadi penumpukan tersebut jadi banyak yang mengalami sesak napas,” terang Nico Afinta dalam konferensi pers, hari Minggu (2/20) kemarin.

Load More