SuaraCianjur.id- kabar kurang mengenakan datang dari keluarga Kerajaan Belanda, disebutkan kalau pewaris takhta Kerajaan Belanda yakni Putri Amalia menjadi target kejahatan.
Putri Amalia kabarnya menjadi target dari kelompok kejahatan yang terorganisir. Sehingga dengan adanya kabar tersebut, usaha pengamanan pun ditingkatkan dan diperketat. Hal itu demi melindungi anggota keluarga kerajaan.
Melansir dari BBC seperti dikutip dari Suara.com, kalau nama Putri Amalia dan Perdana Menteri Mark Rutte, muncul dalam sebuah komunikasi organisasi kejahatan. Hal itu mengindikasikan kalau ada kemungkinan jika keduanya menjadi sasaran.
Raja dan Ratu Belanda mengungkapkan putri mereka tidak lagi dapat bergerak bebas, karena kemungkinan adanya penyerangan atau penculikan.
Bahkan Putri Amalia sudah pindah dari tempat tinggalnya sebagai seorang mahasiswi di ibu kota negara tersebut yakni Amsterdam. Kini dirinya dikabarkan sudah kembali berada di Den Haag.
Hal itu diceritakan oleh orang tuanya ketika saat kunjungan kenegaraan di Swedia.
Ratu Maxima terlihat berkaca-kaca ketika menjelaskan tentang “konsekuensi sulit” dari kejadian ini.
"Ia kini tidak punya kehidupan sebagai seorang mahasiswa seperti yang lainnya," terangnya.
Pada bulan lalu, pihak kerajaan merilis secara resi foto-foto yang memperlihatkan Putri Amalia tersenyum di hari pertamanya pada semester baru perkuliahan.
Baca Juga: Warga Cianjur Besok Ada Festival Panghid 62 Ini Rutenya
Tapi laporan dari intelijen tentangnya memaksa Putri Amalia harus meninggalkan kehidupan barunya sebagai seorang mahasiswa. Kini pihak keluarga Kerajaan Belanda berharap, tindakan pencegahan intensif soal keamanan terhadap putri mahkota hanya bersifat sementara.
Ratu Maxima mengatakan kepada wartawan di Swedia, kalau dirinya amat bangga dengan Putri Amalia dalam mengatasi masalah ini. Sang ibu turut memuji keberaniannya.
Ratu Maxima mengatakan kalu anaknya tersebut masih mengikuti perkuliahan meski bahaya sedang mengintai dirinya.
Sementara itu Raja Willem-Alexander sebagai seorang ayah, mengakui kejadian tersebut adalah "situasi yang berat". Dirinya mengatakan tidak dapat menggambarkan dampaknya.
Bangsawan atau pejabat pemerintah di Belanda, sangat jarang membicarakan masalah keamanan.
Polisi, kejaksaan, dan kementerian yang mewakili House of Orange, diperkirakan tidak akan memberikan komentar soal informasi yang dibuka oleh kedua pemegang takhta Kerajaan Belanda tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
11 Kosmetik Populer Ditarik BPOM, Apa Saja Kandungan Bahayanya?
-
Blue Moon Mei 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puncak dan Cara Melihatnya di Indonesia
-
Kutukan Sembilan Bulan dan Kisah Cinta Runika yang Bikin Gemas!
-
Liburan ke Bogor Makin Lengkap, Nonton Sunset di Kebun hingga Healing ke Curug
-
5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Ratusan Warga Asing Ditangkap di Apartemen Baloi View Batam, Diduga Pelaku Scam
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima