/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 08:56 WIB
Pewaris takhta Kerajaan Belanda, Putri Amalia, pada tahun 2016. (Foto Istimewa / Suara.com / PIERRE TEYSSOT - AFP)

SuaraCianjur.id- kabar kurang mengenakan datang dari keluarga Kerajaan Belanda, disebutkan kalau pewaris takhta Kerajaan Belanda yakni Putri Amalia menjadi target kejahatan.

Putri Amalia kabarnya menjadi target dari kelompok kejahatan yang terorganisir. Sehingga dengan adanya kabar tersebut, usaha pengamanan pun ditingkatkan dan diperketat. Hal itu demi melindungi anggota keluarga kerajaan.

Melansir dari BBC seperti dikutip dari Suara.com, kalau nama Putri Amalia dan Perdana Menteri Mark Rutte, muncul dalam sebuah komunikasi organisasi kejahatan. Hal itu mengindikasikan kalau ada kemungkinan jika keduanya menjadi sasaran.

Raja dan Ratu Belanda mengungkapkan putri mereka tidak lagi dapat bergerak bebas, karena kemungkinan adanya penyerangan atau penculikan.

Bahkan Putri Amalia sudah pindah dari tempat tinggalnya sebagai seorang mahasiswi di ibu kota negara tersebut yakni Amsterdam. Kini dirinya dikabarkan sudah kembali berada di Den Haag.

Hal itu diceritakan oleh orang tuanya ketika saat kunjungan kenegaraan di Swedia.

Ratu Maxima terlihat berkaca-kaca ketika menjelaskan tentang “konsekuensi sulit” dari kejadian ini.

"Ia kini tidak punya kehidupan sebagai seorang mahasiswa seperti yang lainnya," terangnya.

Pada bulan lalu, pihak kerajaan merilis secara resi foto-foto yang memperlihatkan Putri Amalia tersenyum di hari pertamanya pada semester baru perkuliahan.

Baca Juga: Warga Cianjur Besok Ada Festival Panghid 62 Ini Rutenya

Tapi laporan dari intelijen tentangnya memaksa Putri Amalia harus meninggalkan kehidupan barunya sebagai seorang mahasiswa. Kini pihak keluarga Kerajaan Belanda berharap, tindakan pencegahan intensif soal keamanan terhadap putri mahkota hanya bersifat sementara.

Ratu Maxima mengatakan kepada wartawan di Swedia, kalau dirinya amat bangga dengan Putri Amalia dalam mengatasi masalah ini. Sang ibu turut memuji keberaniannya.

Ratu Maxima mengatakan kalu anaknya tersebut masih mengikuti perkuliahan meski bahaya sedang mengintai dirinya.

Sementara itu Raja Willem-Alexander sebagai seorang ayah, mengakui kejadian tersebut adalah "situasi yang berat". Dirinya mengatakan tidak dapat menggambarkan dampaknya.

Bangsawan atau pejabat pemerintah di Belanda, sangat jarang membicarakan masalah keamanan.

Polisi, kejaksaan, dan kementerian yang mewakili House of Orange, diperkirakan tidak akan memberikan komentar soal informasi yang dibuka oleh kedua pemegang takhta Kerajaan Belanda tersebut.

Load More