SuaraCianjur.id- Putri Candrawathi yang duduk di kursi pesakitan untuk mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Senin (17/10/2022).
Dalam jalannya sidang bacaan dakwaan, Putri Candrawathi sebagai terdakwa mengaku tidak paham dengan isi dakwaan terhadap dirinya. Padahal JPU sudah menjelaskan dan membacakan secara lantang.
“Saudara mengerti atas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum tadi?,” tanya Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa, kepada istri Ferdy Sambo itu, seperti diliaht dari Youtube Polri TV, Senin (17/10/2022).
Dengan singkat Putri Candrawathi pun langsung memberikan jawaban.
“Mohon maaf yang mulia saya tidak mengerti akan dakwaan tersebut,” ungkap Putri.
Karena Putri tak paham dengan dakwaan yang dimaksud oleh JPU, kemudian Hakim meminta kepada jaksa untuk menjelaskan secara ringkas dengan bahasa yang mudah dipahami Putri.
“Karena terdakwa tidak mengerti maka kami bacakan dengan bahasa yang singkat,” kata JPU.
Kemudian Jaksa menjelaskan kalau sidang perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir Brigadir J, disebutkan kalau Putri didakwa melakukan pembunuhan berencana, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Baca Juga: Berbagai Godaan Menjelang Pernikahan, Mendadak Ragu Salah Satunya
Dijelaskan oleh jaksa dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 menerangkan soal tindakan ‘secara bersama-sama’. Putri turut terlibat, dalam kasus hukum yang dilakukan oleh empat orang lainnya yang turut menjadi terdakwa dalam perkara ini.
“Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP itu bersama-sama, jadi ada banyak orang bukan cuma terdakwa Putri Candrawathi aja,” kata jaksa.
Menurut Jaksa adapun yang dilakukan oleh Putri turut terlihat jelas, bagaimana dirinya menghubungi Ferdy Sambo hingga melakukan pemesanan test Covid-19, sebagai bagian dari rangkaian rencana dari pembunuhan Brigadir J.
“Terhadap apa yang diperbuat Putri Candrawathi, sudah terlihat dengan jelas mulai dari terdakwa Putri Candrawathi yang menelepon Ferdy Sambo, kemudian terdakwa Putri Candrawathi yang memesan PCR dan seterusnya, sampai dengan dakwaan selesai dibacakan,” kata JPU.
Ketika jaksa sudah menjelaskan hal itu, lagi-lagi Putri Candrawathi menjawab tidak mengerti.
“Mohon maaf saya tetap tidak mengerti,” kata Putri lagi.
Tag
Berita Terkait
-
Detail Pelecehan Putri Candrawathi Dibuka di Sidang, Ferdy Sambo Tampak Geleng-geleng dan Hela Napas
-
Kesaksian Anak Buah Lihat Rekaman CCTV Bikin Terkejut dan Gemetar, Tertunduk Hadapi Murka Ferdy Sambo
-
Gila! Inilah Imbalan yang dijanjikan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk Bunuh Brigadir J
-
Ferdy Sambo Tetap Mengaku Kalau Dirinya Tidak Ikut Menembak Brigadir J
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Bersama Alumni Sekolah di Puncak Bogor untuk Ramadan 2026
-
K-Pop Bertemu Koplo, Uniknya Akulturasi Budaya di Film Terbaru Sheryl Jesslyn
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
-
Jangan Sampai Terjebak Macet! Cek 5 CCTV Online Tol Trans Jawa Sebelum Mudik Lebaran
-
Prabowo - Gibran Zakat di Istana! Baznas Gaspol Kejar Target Rp60 Triliun Demi Berantas Kemiskinan
-
Pengamat Nilai Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto Perjelas Batas Halal Investasi Digital
-
Hati-hati! Penipuan Berkedok Toko 'Centang Biru' Marak Jelang Lebaran, Saldo Rekening Jadi Incaran
-
Dibuang ke Panti Jompo setelah Besarkan Anak, Kisah Pilu Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu
-
OTT Bupati Cilacap: Syamsul Auliya Rachman dan 26 Orang Diduga Terkait Proyek Daerah!
-
Posko THR Kemnaker Terima 1.134 Konsultasi, Hari Ini Layanan Aduan Mulai Dibuka