SuaraCianjur.id- Perhelatan pesta sepak bola terbesar di ajang Piala Dunia 2022 Qatar akan bergulir sebentar lagi.
Berbagai suporter dari masing-masing negara akan numplek di dalam stadion, untuk mendukung negaranya. Mereka berbondong – bonding terbang ke Qatar.
Ada ultimatum dari Duta besar Piala Dunia 2022 sekaligus mantan pemain Qatar, Khalid Salman. Dirinya secara tegas bicara kalau homoseksualitas sebagai "kerusakan dalam pikiran". Hal itu terungkap dalam sebuah wawancara dengan penyiar Jerman ZDF.
Komentar itu muncul dua minggu sebelum peluit pertandingan Piala Dunia 2022 dibunyikan. Dirinya turut khawatir akan timbulnya soal perlakuan LGBTQ+ di negara itu.
Mantan pemain internasional Qatar, Khalid Salman oturut berbicara kepada seorang reporter Jerman kalau hukum dari homoseksual adalah haram.
"(Homoseksualitas) adalah haram. Anda tahu apa artinya haram?" kata Khalid Salman, dikutip dari Bolatimes.com.
Menurutnya selama perhelatan Piala Dunia 2022 akan banyak hal yang terlihat dan datang di Qatar. Setiap tamu yang datang ke Qatar kata Khalid harus mengikuti aturan dari negaranya.
"Selama Piala Dunia banyak hal akan datang ke sini ke negara ini. Mari kita bicara tentang gay: yang paling penting adalah semua orang akan menerima, bahwa mereka datang ke sini, tetapi mereka harus menerima aturan kami," tegas Khalid.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, turut tak tak setuju dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Khalid Salman. Hal itu sampaikan, Selasa (9/11/2022).
Baca Juga: Kuasa Hukum Nikita Mirzani Tak Percaya Jumlah Kerugian Dialami Dito Mahendra 17 Juta Bukan Miliar
"Tentu saja komentar seperti itu mengerikan. Dan itulah alasan mengapa kami mengerjakan hal-hal di Qatar untuk diharapkan meningkat," kata Nancy Faeser.
Wawancara tersebut dipotong oleh seorang petugas media, dari panitia penyelenggara Piala Dunia usai Khalid Salman mengatakan pandangannya soal tentang homoseksual. Hal itu turut dilaporkan oleh ZDF.
Faeser yang turut bertanggung jawab juga untuk bidang olahraga ini mengatakan, perdana menteri negara telah memberikan jaminan keamanan bagi para penggemar. Tidak memandang mereka berasal dari mana, siapa yang mereka cintai dan apa yang mereka yakini.
Faeser mengklaim, tidak ada perubahan sikap dari Perdana Menteri yang turut menjadi Menteri Dalam Negeri Qatar.
Dilaporkan juga pada bulan lalu, duta besar Jerman untuk negara Teluk dipanggil pemerintah Qatar, usai Faeser muncul melakukan kritik terhadap negara tersebut, soal catatan hak asasi manusia.
Namun dari pihak FIFA yakin kalau semua tindakan akan dilakukan jika itu diperlukan, bagi penggemar LGBTQ+ yang hendak menikmati turnamen di lingkungan yang ramah dan aman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'