SuaraCianjur.id- Berdasarkan laporan dari BMKG terkait dengan gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat semakin melemah dan jarang terjadi.
Maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan imbauan bagi para warga korban gempa bumi Cianjur, bisa kembali ke rumah masing-masing.
Namun ada hal yang harus diingat, para warga yang bisa kembali rumahnya bagi yang kondisi bangunannya tidak mengalami kerusakan.
“BMKG merilis kegempaan setelah berjalan dalam beberapa hari ini mulai melemah, Masyarakat diimbau dapat kembali ke rumah yang tidak rusak,” ucap Dandim 0608/Kabupaten Cianjur, Letkol Arm Hariyanto, dalam jumpa pers daring di Youtube BNPB pada hari Selasa (29/11/2022) kemarin.
Imbauan itu keluar berdasarkan pertimbangan dari hasil pemantauan yang terjadi dalam sepekan terakhir ini, karena aktivitas gempa susulan di wilayah Cianjur semkain mengecil. Termasuk frekuensi gempa yang semakin jarang.
Maka dari hasil itu, masyarakat sudah diperbolehkan untuk warga kembali ke rumahnya. Syarat ini berlaku bagi para warga yang rumahnya masih dalam keadaan utuh dan tidak ada kerusakan secara struktur.
“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, maka masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing dengan catatan kondisi bangunan rumahnya tidak alami kerusakan struktur,” kata dia.
Bagi warga yang kembali ke rumah untuk menata rumahnya kembali, namun dengan catatan benda-benda di rumah tidak sampai menghalangi jalur evakuasi.
“Bagi warga yang kembali ke rumah diimbau untuk menata perabotan rumahnya sedemikian rupa agar jalur evakuasi keluar rumah menjadi lapang dan tidak terhalang oleh benda apapun,” terangnya.
Sementara itu, jumlah korban jiwa yang terjadi pasca gempa Cianjur bertambah. Dari data terbaru per hari Selasa (29/11) kemarin, sebanyak 327 orang meninggal dunia.
“Sampai dengan waktu sekarang korban jiwa meninggal dunia sejumlah 327 jiwa. Hasil pencarian ditemukan empat orang,” ungkap Hariyanto.
Sementara itu korban hilang masih dilakukan pencarian. Hariyanto juga menyampaikan ada laporan masuk terkait dengan korban hilang dari dua desa, yakni warga Desa Cijedil enam orang dan Desa Mangunkerta sebanyak dua orang.
Jadi jumlah orang hilang atas laporan terbaru yang diterima tim SAR gabungan menjadi 13 orang.
"Kemudian apabila dijumlahkan, total korban hilang dalam pencarian sejumlah delapan orang, jadi total laporan yang hilang sejumlah 13 orang," bebernya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Unggul 1-0 atas Prancis
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
PM Spanyol Menunduk Minta Maaf ke Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Ada Apa?
-
Prancis Nyaris Tak Tersentuh Selama 7 Dekade! Spanyol Bisa Ubah Sejarah Malam Ini?
-
Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?
-
Panas! Provokasi Lamine Yamal Jelang Kick Off Prancis vs Spanyol
-
Susunan Pemain Prancis vs Spanyol: Mbappe Pimpin Les Blues, La Furia Roja Andalkan Yamal
-
Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan