SuaraCianjur.id- Perkembangan dan kemjauan teknologi dalam sepak bola kelas dunia semkain terlihat terutama di perhelatan Piala Dunia 2022 Qatar.
"Al Rihla" adalah nama yang diberikan untuk bola yang digunakan dalam edisi Piala Dunia kali ini. Baru kali ini muncul kecanggihan dalam sepak bola.
Pemerintah Qatar memang tak ingin main-main untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Mereka memeprsiapkan berbagai fasiliat pertandingan dengan baik dan matang.
Piala Dunia 2022 didukung oleh beberapa teknologi canggih, termasuk pada bola yang dipakai untuk diperebutkan lawan ketika di atas rumput hijau.
Teknologi yang terdapat di dalam Bola Piala Dunia 2022, cukup salut. Al-Rihla memiliki arti dalam bahada Arab adalah perjalanan.
Al Rihla mengandalkan sistem Video Assistant Refree (VAR/Asisten Wasit Video).Bola ini akan memberikan data akurat dalam setiap pertandingannya.
Contohnya saja bisa mendeteksi pergerakan serta dampak dari setiap tendangan dan sundulan para pemain.
Dalam kemampuannya mendetrksi itu kemungkinan ada peran sensor yang terdapat dalam bola tersebut.
Ada sensor yang terdapat di bola tersebut seberat 14 gram. Memiliki fungsi sebagai sensor pelacakan secara real time.
Maka dari itu teknologi yang terdapat dalam bola Al Rihla ini harus mendapatkan daya dengan caranya di charge terelbih dahulu, sebelum digunakan.
Bukan hanya dipompa dengan angin saja, bola Piala Dunia 2022 kali ini mendapatkan daya.
Terkait dengan informasi ini soal adnaya sensor dalam bola dan harus di melakukan charge terelbih dahulu, sempat diunggah ke dalam situs forum online Reddit.
Melasnir dari The Sun, pada hari Kamis (8/12/2022) kalau sensor yang ada dalam bola itu dibekali dengan baterai dengan kapasitas yang kecil. Ketahanan baterai itu selama enam jam dalam penggunaan aktif.
Namun kalau tidak dalam penggunaan secara aktif, maka sensor yang terdapat dalam bola itu busa bertahan selama 18 hari lamanya.
Selain itu, sensor bola Al Rihla bisa melacak lokasi real time. Hal itu juga bisa membantu kepada kinerja wasit dalam mengambil sebuah keputusan dalam pertandingan.
Tag
Berita Terkait
-
Spanyol Tragis Terima Nasib Pulang Kampung Kalah Drama Penalti dari Maroko, Luis Enrique Masih Betah
-
Permintaan Son Heung-min Jangan Salahkan Tim Korea Selatan, Sudah Berjuang Mati-matian di Piala Dunai 2022
-
Pemain Brasil Dikritik Roy Keane Menari Tak Hormati Korea Selatan, Tite Bilang Ada Orang Jahat Bilang Itu
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati