Contohnya saja seperti bola keluar lapangan, melewati garis gawang, dan beberapa hal lainnya yang selama ini luput dari pandangan.
Adidas yang memproduksi bola Al Rihal itu. Mereka bekerjasama dengan KINEXON sebagai teknologi sensor yang dipakai dalam Piala Dunia kali ini.
Pendiri juga direktur pengelola KINEXON, Maximillan Schmidt, mengatakan setiap bola yang ditendang oleh aprapemain, kemudian disundul, dilempar, sampai ditekan, maka sistem bola itu bisa melakukan deteksi dengan kecepatan 500 frame/detik.
Kerja dari sensor dalam bola Al Rihla saat bola digerakkan maka data akan langsung terkirim ke sensor local positioning system (LPS). Sementara itu soal sensor LPS terdapat pada antena jaringan yang terpasang di sekitar lapangann pertandingan.
“Ketika bola keluar lapangan saat permainan dan bola baru dilempar atau ditendang ke dalam, menggantikan bola sebelumnya maka sistem backend KINEXON, secara otomatis ditransfer ke data bola yang baru tanpa perlu campur tangan manusia,” beber Schmidt dikutip dari Daily Mail, Kamis (8/12/2022). (*)
Tag
Berita Terkait
-
Spanyol Tragis Terima Nasib Pulang Kampung Kalah Drama Penalti dari Maroko, Luis Enrique Masih Betah
-
Permintaan Son Heung-min Jangan Salahkan Tim Korea Selatan, Sudah Berjuang Mati-matian di Piala Dunai 2022
-
Pemain Brasil Dikritik Roy Keane Menari Tak Hormati Korea Selatan, Tite Bilang Ada Orang Jahat Bilang Itu
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati