/
Kamis, 08 Desember 2022 | 12:15 WIB
Bola Piala Dunia Al Rihla saat sedang dicas sebelum digunakan (Foto: Twitter - @geglobo)

Contohnya saja seperti bola keluar lapangan, melewati garis gawang, dan beberapa hal lainnya yang selama ini luput dari pandangan.

Adidas yang memproduksi bola Al Rihal itu. Mereka bekerjasama dengan KINEXON sebagai teknologi sensor yang dipakai dalam Piala Dunia kali ini.

Kamerun vs Brasil dalam pertandingan terakhir Piala Dunia 2022. Brasil lolos ke babak selanjutnya, meskipun dikalahkan Kamerun dengan skor 1-0. (sumber: Foto: Suara.com NELSON ALMEIDA - AFP)

Pendiri juga direktur pengelola KINEXON, Maximillan Schmidt, mengatakan setiap bola yang ditendang oleh aprapemain, kemudian disundul, dilempar, sampai ditekan, maka sistem bola itu bisa melakukan deteksi dengan kecepatan 500 frame/detik.

Kerja dari sensor dalam bola Al Rihla saat bola digerakkan maka data akan langsung terkirim ke sensor local positioning system (LPS). Sementara itu soal sensor LPS terdapat pada antena jaringan yang terpasang di sekitar lapangann pertandingan.

“Ketika bola keluar lapangan saat permainan dan bola baru dilempar atau ditendang ke dalam, menggantikan bola sebelumnya maka sistem backend KINEXON, secara otomatis ditransfer ke data bola yang baru tanpa perlu campur tangan manusia,” beber Schmidt dikutip dari Daily Mail, Kamis (8/12/2022). (*)

Load More