/
Kamis, 08 Desember 2022 | 15:32 WIB
Polisi sedang melakukan sterilisasi di Polsek Astanaanyar usai terjadi bom bunuh diri. (Foto: Yudistira)

SuaraCianjur.id- Dipastikan kalau bom yang diledakan di Polsek Astanaanyar pada hari Rabu (7/12) kemarin adalah bom rakitan. Pihak kepolisian turut memastikan hal itu.

Agus Sujatno yang melakukan aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar menggunakan bom rakitan.

Penyelidikan atas insiden ledakan itu semakin didalami oleh Polisi. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi juga dari keluarga pelaku.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menyampaikan berdasarkan dari hasil pemeriksaan sementara ini, kalau pelaku ternyata membawa dua bom dalam ranselnya. Bom yang digunakan adalah jenis panci.

“Bom yang digunakan jenis bom panci, dengan daya ledaknya mengakibatkan sebagian bangunan polsek Astanaanyar mengalami kerusakan, akibatnya selain kerusakan juga mengakibatkan 11 orang korban,” ternganya di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/12/2022).

Dalam insiden ledakan itu mengakibatkan seorang anggota Polsek Astanaanyar meninggal dunia. Termasuk ada sembilan luka dan seorang masyarakat sipil yang turut menjadi korban.

Sejauh ini pengumpulan barang bukti secara lengkap dilakukan dan sudah ada 23 jenis, seperti proyektil bom, paku, motor, senjata tajam dan juga kertas yang isisnya kritikan terhadap RKUHP.

Ada belasan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan itu mayoritas adalah anggota Polisi yang bertugas di Polsek Astanaanyar.

Mapolsek Astanaanyar pasca terjadi bom bunuh diri yang meledak pada hari Rabu (7/12) kemarin. Ada dua jenis bom yang dibawa pelaku. (sumber: Sumber Foto: Twitter @infobdg)

Tak hanya itu beberpa orang dari pihak keluarga pelaku juga ikut diperiksa oleh kepolisian.

Baca Juga: 7 Masyarakat yang Berhak Terima Bansos PKH 2023 dari Kemensos, Login Link Ini Pakai KTP dan Cairkan BLT hingga Rp3 Juta

“Kami meminta keterangan 18 orang saksi, enam anggota Polsek Astana Anyar, sembilan masyarakat dan tiga keluarga pelaku,” terang Ahmad Ramadhan.

“Tiga keluarga pelaku dimintai keterangan terkait dengan peristiwa bom bunuh diri tersebut. Tentunya bila keluarga (pelaku) tidak ada keterlibatan tentu akan dikembalikan,” ungkapnya melanjutkan.

Dari dua bom yang dibawa pelaku menurut Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, Kombes Pol Yuri Karsono, baru satu bom yang meledak. Bom tersebut memang berisi proyektil benda seperti paku.

“Jenis bom meledak rakitan dalam bentuk panci dan di dalamnya ada Paku, baterai, kita dapati residu TATP. Daya ledaknya lagi mengkaji itu,” ungkapnya.

Pelaku membawa kedua bom itu dalam dua tempat yang dimasukan ke dalam ransel.

“Kemudian bom ini dibawa tersangka dalam dua tempat dimasukan ke dalam ransel disimpan di depan dan belakang. Yang meledak komponen bom di belakang, tidak (meledak) bersama tetapi terpental,” terangnya.

Load More