/
Rabu, 01 Februari 2023 | 13:06 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi menjadi kader baru Partai Golkar. (Foto: Suara.com - Bagaskara)

SuaraCianjur.id- Keputusan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bergabung dengan Partai Golkar dinilai bisa mengubur harapan untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pemilu 2024 mendatang.

Bergabungnya pria yang akrab disapa Kang Emil ini memang mendapatkan banyak sambutan. Kans dirinya untuk mencalonkan diri dalam Pilpres 2024 dianggap sudah tertutup.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. Dia menjelaskan, soal tertutupnya pelaung bagi Ridwan Kamil, tak terlepas dari situasi internal yang ada di Golkar.

Golkar sendiri sudah menetapkan kalau Airlangga Hartarto adalah sosok capres yang diusung untuk maju dalam Pilpres 2024 nanti.

Keputusan Airlangga menjadi capres bagi Golkar juga sudah ditetapkan dalam munas, yakni forum tertinggi dari partai tersebut.

Dalam munas tersebut turut melibatkan semua struktur tertinggi partai dari mulai tingkat pusat hingga daerah, untuk memutuskan langkah strategis.

Adi mengatakan selama munas Golkar belum menganulir maka satu-satunya sosok capres yang bakal diusung mereka hanyalah Airlangga Hartarto.

Keajaiban Ridwan Kamil bisa menjadi capres kata Adi kalau ada 'keajaiban'.

"Sehingga peluang Kang Emil menjadi capres maupun cawapres Partai Golkar di Pilpres 2024 sudah tertutup. Kecuali di kemudian hari ada gempa politik, yang akan mengubah konstelasi di Partai Golkar," ungkap Adi di Jakarta dikutip dari suara.com, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga: Sudah Direstui Ridwan Kamil, Partai Politik Berebut Ingin Mengusung Atalia Praratya

Bahkan menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini juga, sampai sekarang belum ada sinyal atau tanda-tanda dari Golkar yang mengindikasikan kalau mereka akan menganulir keputusan sosok yang akan menjadi bakal calon presiden.

Dia juga menilai, dengan bergabungnya Ridwan Kamil menjadi seorang kader dari partai berlogo phon beringin, namun hal itu tak akan serta merta mampu merubah arah kebijakan yang sudah ditetapkan dalam munas.

Karena bagi seseorang yang sudah bergabung dengan sebuah parpol maka ada aturan berlaku yang harus ditaati dan diikuti

Namun demikian, Adi berpendapat kalau peran dari Ridwan Kamil dalam membuat lipat ganda suara bagi Golkar di wilayah provinsi Jawa Barat begitu strategis.

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (18/1/2023) lalu. (sumber: Foto: Suara.com / ANTARA - Melalusa Susthira)

Bahkan Adi menilai kalau Jawa Barat bisa dibuat menjadi ‘kuning’, apalagi kalau Ridwan Kamil bisa berkolaborasi dengan Ketua DPD Golkar Jawa Barat T.B. Ace Hasan Syadzily.

"Saya yakin kolaborasi ini mampu merebut basis konstituen pemilih di Jawa Barat di Pemilu 2024," kata Adi Prayitno. (*)

Load More