SuaraCianjur.id - Sosok Ambon Fanda viral dan mendapat banyak dukungan dari netizen di media sosial, Rabu (1/2/2023).
Ambon Fanda bukan nama yang asing di sepak bola Indonesia, terutama untuk Arek-arek Malang.
Ambon Fanda kerap menyuarakan aksi usut tuntas kasus Kanjuruhan, Malang.
Namun kini Ambon Fanda harus ditangkap buntut kasus kerusuhan di kantor Arema FC.
Meski harus berurusan dengan hukum, banyak netizen yang menyemangati Ambon Fanda.
"Ambon fanda, sosok panutan yg berjuang menuntut keadilan 135+ saudaranya kini harus mengaum dr dalam jeruji besi setelah dijebloskan oleh saudaranya si paling aremania. Ngeri ngeri, sing kuat mbon." komentar @pemain12_.
"One of the best AMBON FANDA !! UMAK WONG APIK SAM." tulis @IndoAwaydays.
"Yg berjuang utk keadilan korban tragedi kanjuruhan ditangkap satu2 dgn dalih hasutan dan perusakan. Aksi Arek Malang kmrn sangat mahal harganya hingga polisi mempunyai alasan utk menangkap pejuang2 ini. Baik-baik sam ambon fanda dkk." tanggap @Rams_lad23.
"Lee @AremafcOfficial
deloken iki yo suportermu, sing mbelan2i 135+ nyowo malah dadi tersangka. Deloken sampe ono Sam Ambon iku wong apik." sebut @krisna2d.
Baca Juga: Garut Diguncang Gempa Bumi 4,3 SR: Getaran Terasa Hingga ke Bandung, Dampak Sesar Garsela
Polresta Malang Tetapkan 7 Orang Tersangka
Diketahui sebelumnya, imbas perusakan kantor Arema FC pada Minggu (29/1/2023) kemarin, pihak kepolisian Polresta Malang menetapkan tujuh orang tersangka.
Sebelumnya Kantor Arema FC yang terletak di jalan Mayjend Pandjaitan Kota Malang, didatangi ratusan massa yang mengatasnamakan "Arek Malang".
Kericuhan dan penganiyaan sempat terjadi ketika kelompok tersebut melakukan orasi.
Kaca Official Store yang berada di samping kantor Arema FC pecah atas insiden tersebut.
Adapun aksi lainnya ialah pencopotan logo Arema FC dari atas kantor Singo Edan.
Berikut ini daftar nama tersangka penganiayaan dan perusakan kantor Arema FC:
1. Adam Rizky (24)
2. Muhammad Fauzi (24)
3. Nauval Maulana (21)
4. Aryon Cahya (29)
5. Kholid Aulia (22)
6. Muhammad Fery Christianto alis Ferry Dampit (37)
7. Fanda Harianto alias Ambon Fanda (34)
Sebelumnya pihak Kepolisian menetapkan 107 orang terduga pelaku.
Namun pada kemarin Selasa (1/1/2023) pihak Polresta Malang hanya menetapkan tujuh orang tersangka.
Polisi merasa tujuh orang di atas ialah pelaku utama atas aksi penganiyaan dan pengeroyokan yang terjadi.
Lima orang tersangka akan dikenakan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
Yakni Adam Rizky, Muhammad Fauzi, Nauval Maulana, Aryon Cahya dan Kholid Aulia.
Sedangkan dua diantaranya akan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.
Ferry Dampit dan Ambon Fanda dianggap merupakan dalang dari kerusuhan di depan kantor Arema FC tersebut.
Semua pelaku memiliki peran masing-masing pada insiden kamarin.
Peran Masing-Masing Pelaku
Dikutip dari laman Surya Malang, Kamis (2/2/2023) berikut peran masing-masing pelaku:
1. Adam Rizky membawa bom asap dan kaleng cat.
2. Muhammad Fauzi membawa kantong plastik bersisi cat
3. Nauval Maulana membawa bom asap dan pipa besi sekaligus melakukan pemukulan kepada salah satu korban
4. Aryon Cahya berperan melakukan penendangan dan pemukulan terhadap salah satu korban.
5. Kholid Aulia berperan melakukan pelemparan batu ke arah kantor Arema FC.
6. Muhammad Fery Christianto alias Ferry Dampit berperan memimpin kordinasi lapangan pada saat dan sebelum aksi
7. Fanda Harianto dan Ambon Fanda berperan melakukan konsolidasi massa dan melakukan pertemuan sebelum aksi di Stadion Gajayana.
Kapolresta Malang, Kombes Pol Budi Hermanto mengaku masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
"Kami masih terus mendalami dan mencari dalang dari aksi ini. Mengingat pada aksi sebelumnya, dilakukan dengan cara damai," ujar Budi Hermanto dilansir melalui laman Surya Malang, Rabu (1/2/2023).
"Dan perlu kami sampaikan, bahwa kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku-pelaku anarkis. Akan kami kejar terus dan tidak menutup kemungkinan, pelaku akan bertambah," tambahnya.
Yuli Sumpil Beda Sikap dengan Massa "Arek Malang"
Pasca-kejadian pengrusakan dan pengeroyokan tersebut Dirigen beken Aremania Yuli Sumpil mendatangi lokasi kejadian, Selasa (31/1/2023).
Yulis Sumpil mengaku menyayangkan kejadian tersebut.
Satu kejadian yang membuatnya kecewa ialah pencopotan logo Arema FC dari atas kantor Singo Edan.
Logo Arema menurutnya ialah sangat berharga, seperti jiwa raganya turut serta di dalamnnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
KDM Waspadai Kiamat Ekologi: Kerusakan Bogor Ancam Jakarta, Bekasi, hingga Karawang
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut Hanny Kristianto, Mualaf Center Indonesia Kena Getahnya
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD