/
Kamis, 23 Februari 2023 | 12:00 WIB
Wiranto saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Pemakaman Jenazah Alm. Arifin Panigoro. ((Dok. Wantimpres))

"Bergabungnya pak Wiranto ke Partai Amanat Nasional adalah pilihan dan keputusan yang harus dihormati oleh siapa pun karena konstitusi kita mengatur hak-hak warga negara Indonesia dalam menentukan pilihan politiknya," kata Inas, Kamis (16/2/2023).

Menurutnya, Wiranto bukan saja tokoh politik melainkan juga negarawan yang sangat luas pengalamannya di Pemerintahan Indonesia sejak rezim orde baru. 

Terlebih, kini Wiranto menjabat sebagai Ketua Wantimpres 2019-2024.

"Merupakan keberuntungan luar biasa bagi PAN ketika Pak Wiranto melego jangkanya untuk berlabuh di partai besutan Zulkifli Hasan tersebut, karena akan menambah kekuatan politik Partai Amanat Nasional," tuturnya.

Kehilangan Tokoh Pendiri

Lebih lanjut, sebagai kader partai Hanura yang langsung bersentuhan dengan masa Wiranto, Inas mengaku akan merasa kehilangan tokoh besar yang telah berjasa mendirikan partai Hanura 2006 silam.

"Tentu akan merasa kehilangan tokoh besar yang telah berjasa mendirikan partai Hanura dan pernah melahirkan anggota-anggota dewan dari mulai tingkat kabupaten/kota, proponsi dan pusat," sebut Inas. 

"Jika tidak, mungkin saya sendiri tidak pernah duduk di parlemen pada periode lalu," tutupnya. (*)

Load More