SuaraCianjur.id- Terdapat bukti baru yang didapatkan oleh Polisi ketika melakukan pendalaman terhadap kasus penganiayaan Mario Dandy terhadao David Ozora.
Anak salah satu dari pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan bernama Rafael Alun Trisambodo ini, ada bukti baru yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, bukti baru atas hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik itu disebutkan adanya pengakuan bohong dari Mario Dandy.
"Awal BAP pelaku mengaku perkelahian, kemudian bukti digital kami temukan bahwa dari bukti tersebut keterangan awal ada kebohongan," jelas Hengki saat konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (2/3) kemarin.
Hengki mengatakan , butki baru berupa kebohongan Mario Dandy pada BAP berupa insiden yang diawali dengan perkelahian dengan David.
Lalu dalam BAP selanjutnya, Polisi mendpatkan bukti digital forensik soal adanya rencana penganiayaan yang berat, yang ditujukan kepada David.
Dalam BAP yang baru itu turut disertakan dengan berdasarkan pada alat bukti, seperti CCTV di TKP, pesan dalam aplikasi WhatsApp, video dari ponsel dan CCTV. Polisi pun bisa melihat melihat peran dari masing-masing.
"Kami melihat disini bukti digital bahwa ini ada rencana sejak awal," katanya.
Kasus penganiayaan ini Polisi menjerat dua tersangka dengan Pasal 355 KUHP, kecuali Agnes.
Baca Juga: Resmi! AG Ditetapkan Sebagai Pelaku Kasus Penganiayaan David
Polisi sejauh ini sudah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Mario Dandy Satrio sebagai pelaku utama, Shane Lukas sebagai perekam video dan seorang perempuan dengan status anak di bawah umur bernama Agnes (15).
"Pertama tersangka MDS, 355 KUHP subsider 354 Ayat 1 KUHP subsider 353 Ayat 2 KUHP subsider 351 Ayat 2 KUHP dan atau 76 C jo 88 UU perlindungan anak ancaman maksimal 12 tahun penjara," beber Hengki.
"Tersangka SL yaitu 355 Ayat 1 KUHP jo 56 KUHP subsider 354 Ayat 1 jo 56 KUHP subsider 353 Ayat 2 jo 56 KUHP subsider 351 ayat 2 jo 76 C UU perlindungan anak," lanjutnya.
Penerapan pasal penganiayaan berat terhadap tersangka usai mereka penyidik melakukan pendalaman berdasarkan pada alat bukti dan keterangan saksi.
Sementara itu, Agnes dinyatakan turut disangkakan dengan pasal penganiayaan berat dengan direncanakan.
Hanya saja khusus bagi Agnes, pihak kepolisian lebih mengutamakan anak yang berkonflik dengan hukum, merujuk pasal tentang perlindungan anak, pasal 76 C jo pasal 80 UU perlindungan anak dan atau 355 Ayat 1 Jo 56 subsider 353 aAyat 1 KUHP subsider 351 Ayat 2 KUHP. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Promo A&W Selama Mei 2026: Buy 1 Get 1 di Hari-hari Spesial
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
Aqua Sanctuary di Milan Design Week: Cara Kamar Mandi Berevolusi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional
-
Proses Meninggalnya Sang Ayah Dianggap Indah, Bunga Zainal: Papa Pergi setelah Semua Anak Kumpul
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Travelling Makin Happy, Valas Udah Ready dengan BRI Money Changer
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Perempuan Harus Mandiri, tapi Tetap Dihakimi: Realita yang Sering Terjadi
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Rehan Pembobol NASA: Tidak Ada Sistem Digital yang Sempurna