SuaraCianjur.Id- Harga pembelian pemerintah (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET) dalam komoditas beras kini sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, menyampaikan hal tersebut setelah selesai mengikuti rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 15 Maret 2023.
Mengutip dari laman Suara.com, "Salah satu yang diminta oleh Pak Presiden untuk diselesaikan segera dan sudah selesai adalah mengenai HPP, harga pembelian pemerintah, kemudian yang satu lagi harga eceran tertinggi," jelas Arief kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Harga terbaru gabah kering di tingkat petani hingga di penggilingan sebagai berikut:
1. Harga gabah kering panen (GKP): Rp. 5.000 (Di tingkat petani)
2. Harga gabah kering panen (GKP): Rp. 5.100 (Di tingkat penggilingan)
3. Harga gabah kering giling (GKG): Rp. 6.200 (Di tingkat penggilingan)
4. Harga gabah kering giling (GKG): Rp. 6.300 (Di gudang Perum Bulog)
Arief pun merincikan derajat sosoh, kadar air, butir menir hingga butir patah untuk beras yang berada di gudang Perum Bulog.
Baca Juga: Inilah 5 Jajaran Hidangan Seafood Terenak di Dunia, Pempek Jadi Salah Satunya Lho!
"Kemudian beras di gudang Perum Bulog dengan derajat sosoh 95 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, butir menir maksimum 2 persen, harganya Rp9.950," imbuh Arief.
Untuk perhitungan harga eceran tinggi (HET), ditetapkan menggunakan sistem zonasi. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi masuk pada zona 1.
Zona 2 untuk Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, Kalimantan. Dan Zona 3, Maluku dan Papua.
"Untuk HET beras medium, zona 1 Rp10.900, untuk zona 2 Rp11.500, untuk zona 3 Rp11.800. Kemudian untuk beras premium, zona 1 Rp12.900, zona 2 Rp14.400, dan zona 3 Rp14.800. Ini Pak Presiden meminta untuk segera diumumkan sedangkan perundangannya dalam proses sehingga ini dapat diberlakukan segera," jelasnya.
Sebelumnya, saat melihat panen raya padi di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023), Badan Pangan Nasional diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menghitung harga GKP yang ideal bagi para petani yang saat ini dikeluhkan terlalu rendah. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Mengurai Makna Hidup dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu
-
Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram
-
Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan
-
Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri
-
Sering Bikin Bingung, Ternyata Ini Perbedaan One Way dan Contraflow saat Mudik Lebaran 2026
-
Raline Shah Syok Saksikan Tukang Pijatnya Dirukiah: Ini Akting atau Gimana?
-
Sambut Lebaran, Ini Minuman Menyegarkan yang Cocok Disantap Bersama Keluarga
-
Rahasia Bibir "No-Touch-Up" Saat Lebaran: Somethinc Rilis Lip Matte Anti Kering yang Tahan Lama
-
30 Kata-kata Rindu Kampung Halaman untuk yang Tidak Mudik Lebaran, Bikin Terenyuh
-
50 Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah Semarang 2026 pada 20 Maret, Ini Daftar Lengkapnya