- Serka MN mengaku membuang kepala cabang bank berinisial MIP dalam posisi telungkup di Jakarta pada Selasa (5/5/2026).
- Terdakwa melakukan kekerasan fisik berupa tendangan ke perut dan dada korban karena korban melakukan perlawanan saat penculikan.
- Serka MN beserta rekannya berusaha menghilangkan barang bukti berupa handuk yang digunakan untuk melilit mulut korban di lokasi.
Suara.com - Terdakwa satu kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37), yakni Serka MN mengaku membuang korban tersebut dalam kondisi telungkup setelah diculik dan diturunkan dari mobil.
"Langsung saya tarik ke bawah, saya letakkan posisinya telungkup," kata Serka MN dalam sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026).
Oditur Militer dari Oditurat Militer II-07 Jakarta Kapten Chk Citra Dewi Manurung menggali keterangan terdakwa mengenai kronologi saat korban dikeluarkan dari kendaraan hingga akhirnya ditinggalkan di lokasi pembuangan.
Dalam keterangannya, terdakwa menjelaskan tubuh korban sempat tersangkut di dalam mobil saat hendak diturunkan.
Serka MN mengaku mendapat bantuan dari rekannya untuk mengangkat bagian kaki korban sebelum menarik tubuh korban ke luar kendaraan.
Setelah dikeluarkan, terdakwa mengaku menyeret korban sejauh kurang lebih dua meter dari mobil sebelum meletakkannya di tanah. Korban kemudian ditinggalkan dalam posisi telungkup.
Tak hanya itu, terdakwa juga mengungkap upaya menghilangkan barang bukti yang digunakan dalam peristiwa tersebut.
Handuk yang sebelumnya melilit mulut dan leher korban diambil kembali dan dibawa masuk ke dalam mobil, lalu dibuang di area tempat pencucian mobil.
"Handuknya dibuang di daerah cucian mobil," ungkap Serka MN sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
Dalam persidangan itu, terungkap pula bahwa sebelum dibuang, korban sempat melakukan perlawanan. Terdakwa mengaku menendang korban karena korban meronta dan kakinya tidak diikat.
"Itu saya tendang karena dia berontak," kata Serka MN.
Pengakuan tersebut menambah rangkaian fakta yang terungkap dalam persidangan, termasuk dugaan kekerasan berulang yang dialami korban mulai dari proses penculikan hingga pembuangan.
Oditur menilai keterangan terdakwa itu menunjukkan adanya tindakan sistematis dalam memperlakukan korban, mulai dari kekerasan di dalam mobil hingga upaya menghilangkan jejak setelah korban ditinggalkan.
Serka MN juga membeberkan tendangan pertamanya mengenai bagian perut, sementara tendangan kedua mengenai bagian dada korban.
Tindakan itu dilakukan dalam posisi jongkok di atas jok mobil, dengan kedua kaki berada di atas kursi.
"Yang kaki kiri kena di bagian perut, yang kanan di bagian dada," ucap Serka MN.
Para terdakwa dalam kasus tersebut, yakni Serka MN (terdakwa 1), Kopda FH (terdakwa 2), dan Serka FY (terdakwa 3) didakwa terlibat dalam rangkaian penculikan disertai pembunuhan MIP.
Berita Terkait
-
Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel