SuaraCianjur.id- Ada kabar kalau Rafael Alun Trisambodo ayah dari mario Dandy tersangka kasus penganiayaan melarikan diri.
Kabar dari mantan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Kemenkeu) itu kabur beredar di media sosial Twitter. Cuitan itu diunggah akun @logikapolitikid.
Terkait dengan hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara.
"Update RAT (Rafael Alun): sekarang anaknya yang katanya mandiri itu disembunyikan di Solo, Rat sendiri ada dugaan mau kabur, semoga berubah pikiran ya. Soalnya kabur juga percuma," cuit @logikapolitikid dikutip Rabu (22/3/2023).
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur berbicara kalau KPK belum bisa melakukan pencegahan terhadap Rafael Alun Trisambodo, karena masih berstatus penyelidikan bukan penyidikan.
Menurut Asep, jika nanti status dugaan janggalnya harta kekayaan dari Rafael Alun dinaikan ke tingkat penyidikan, maka KPK meminta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah Rafael pergi ke luar negeri.
"Nanti setelah naik penyidikan kita akan lakukan pencegahan," ucap Asep di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/3) kemarin.
KPK sangat yakin kalau ayah Mario Dandy itu bakal tanggung jawab terhadap kasus yang meliltnya sekarang.
"Pertama tentunya saya yakin walau ada informasi dari rekan-rekan, saudara RAT (Rafael) sebagai warga negara yang baik, juga aparatur pemerintahan akan berani bertanggung jawab, dan menghadapi proses ini," kata Asep.
Baca Juga: Rafael Alun di Isukan Kabur, Begini Jawaban KPK
Rafael disarankan untuk tidak coba-coba melarikan diri, dan secara jantan hadapi proses yang sedang terjadi.
"Kami juga mengimbau tidak lari atau kabur ke mana pun, dihadapi saja prosesnya," kata dia.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rafael Alun Trisambodo disorot pasca kelakuan anaknya Mario Dandy menganiaya secara brutal David Ozora.
Kasus tersebut, malah berdampak kepada asal usul kekayaan milik ayahnya yang terlapor di LHKPN.
Dalam laporan tersebut tertulis, kalau Rafael punya kekayaan senilai Rp 56 miliar. Setelah ditelusuri lebih dalam, ada atas hal itu kemudian mulai perlahan terkuak.
PPATK yang melakukan penelusuran menemukan jika Rafael memaki nomine dalam transaksi keuangannya.
Ditemukan terdapat mutase transaksi sekitar Rp500 miliar dari 40 rekening bank Rafael juga keluarganya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar