SUARA CIANJUR - Baru-baru ini, sebuah penelitian melaporkan bahwa kunang-kunang di seluruh dunia sedang menghadapi risiko kepunahan karena aktivitas manusia.
Ancaman tersebut meliputi kerusakan habitat, penggunaan pestisida, dan polusi cahaya buatan. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Sara Lewis dari Universitas Tufts bekerja sama dengan organisasi International Union for the Conservation of Nature untuk mempelajari dampak-dampak tersebut pada populasi kunang-kunang.
Publikasi penelitian mereka di jurnal Bioscience memberikan peringatan tentang masa depan kunang-kunang dan menyoroti ancaman khusus dan kerentanan yang berbeda di wilayah geografis yang berbeda.
Menurut para ahli, kehilangan habitat merupakan krisis yang paling mengancam kelangsungan hidup kunang-kunang di sebagian besar dunia, diikuti oleh polusi cahaya dan penggunaan pestisida.
"Banyak populasi satwa liar menurun akibat menyusutnya habitat mereka. Tidak heran jika rusaknya habitat menjadi ancaman terbesar," sebut Profesor Lewis.
"Kunang-kunang menjadi yang paling terdampak karena mereka perlu kondisi khusus untuk melengkapi siklus kehidupannya," jelasnya.
Populasi spesies ini mengalami penurunan drastis karena habitat mangrove mereka rusak untuk dijadikan perkebunan sawit dan peternakan akuakultur.
Di seluruh dunia, polusi cahaya dianggap sebagai ancaman kedua bagi kunang-kunang, di mana cahaya buatan di malam hari semakin meluas selama beberapa abad terakhir.
"Selain mengganggu bioritme alami, polusi cahaya benar-benar mengacaukan ritual kawin kunang-kunang," terang Avalon Owens, pimpinan studi.
Sebagian besar kunang-kunang menggunakan bioluminesensi untuk mencari dan memikat pasangan mereka. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa cahaya buatan dapat mengganggu proses tersebut.
"Lebih terang tidak selalu lebih baik," ucapnya.
Para ahli kunang-kunang juga mencatat bahwa penggunaan pestisida di pertanian merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup kunang-kunang.
Paparan insektisida terbesar terjadi pada tahap larva karena kunang-kunang muda menghabiskan waktu hingga dua tahun di bawah tanah atau di bawah air.
Insektisida seperti organofosfat dan neonicotinoid awalnya digunakan untuk membunuh hama, tetapi juga dapat membunuh serangga yang bermanfaat seperti kunang-kunang.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, bukti saat ini menunjukkan bahwa insektisida dapat membahayakan kelangsungan hidup kunang-kunang.
Tag
Berita Terkait
-
Indomie Ayam Spesial Dilarang di Taiwan karena Temuan Pestisida, di Indonesia Gimana? Ini Kata BPOM
-
Presiden Joko Widodo Klaim Deforestasi Menurun Signifikan, KNPI Sebut 3.500 Hektare Hutan Mangrove Dibabat Demi Proyek
-
Peduli Lingkungan, Komunitas Nelayan Pesisir Lampung Ajak Warga Pesawaran Tanam Hutan Mangrove
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
Terbawa Arus Sejauh 34 Kilometer! Pemancing di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK
-
Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil
-
Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Wajah Bebas Kilap! Coba 5 Balm Powder Ini untuk Hasil Matte Seharian
-
Tambah Hari, Tiket Konser Hari Kedua EXO di Jakarta Resmi Sold Out