SUARA CIANJUR - Ade Sofyan, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa waktu penyidikan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Mario Dandy Satriyo (20) terhadap David (17) telah berakhir atau P20.
Namun, berkas perkaranya belum lengkap karena penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya belum menyelesaikan tugasnya.
JPU juga telah menanyakan perkembangan penyidikan kasus tersebut kepada Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Posisi sudah P20 (waktu penyidikan habis), tim JPU sudah menanyakan perkembangannya," ungkap Ade Sofyan.
Menurut Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, waktu penyidikan kasus penganiayaan David (17) oleh tersangka Mario Dandy Satriyo (20) telah habis atau P20.
Namun, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya belum melengkapi berkas perkaranya. Ade Sofyan mengatakan bahwa JPU telah meminta perkembangan kasus kepada penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dalam perkara ini, berkas perkara Mario telah dua kali dikembalikan oleh JPU karena dianggap belum lengkap atau P19. Ade menyebut bahwa hingga batas waktu penyidikan habis, berkas tersebut belum diserahkan ke JPU.
"Berkas belum kembali dari penyidik, 30 hari setelah berkas dikembalikan," sebutnya.
Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa ketika dikonfirmasi tentang perkembangan kasus ini, pihaknya menyatakan akan segera menyerahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Baca Juga: Marselino Ferdinan Cetak Gol Indah, Timnas Indonesia U-22 Ungguli Myanmar 2-0 di Babak Pertama
Saat ini, menurut Haryadi, penyidik sedang melengkapi berkas perkara berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh JPU.
"Ada petunjuk sedikit terkait penambahan saksi. Segera kita penuhi dan kirim kembali ke Kejaksaan," katanya.
Sebelumnya, tim Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menetapkan Mario Dandy Satriyo (20) dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan (19) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan David (17).
Sementara itu, mantan pacar Mario berinisial AG (15) telah ditetapkan sebagai anak yang berkonflik dengan hukum.
Dari ketiga tersangka tersebut, baru AG yang telah menjalani persidangan dan divonis dengan hukuman penjara selama 3,5 tahun setelah dinyatakan bersalah atas kasus penganiayaan terhadap David Ozora. (*)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel