SUARA CIANJUR - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak akan bubar meskipun partainya saat ini mendukung bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mardiono usai pelantikan pengurus Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) 2023-2027 di Graha Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (30/1/2023).
"Saya menyatakan KIB tidak bubar, KIB masih tetap ada," ungkap Mardiono, dikutip Suara Cianjur.
Mardiono menjelaskan bahwa KIB tetap bertahan karena didasari oleh kesepahaman bersama dengan dua partai lain, yaitu Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN), terkait aspek kesuksesan pemilihan umum dan keberlanjutan pembangunan Indonesia.
Dalam menjalankan tanggung jawab melanjutkan estafet pembangunan, Mardiono menyatakan bahwa pemilu 2024 memiliki peran penting sebagai barometer Indonesia.
"Pemilu 2024 itu barometer Indonesia, jadi kalau berhasil insyaallah Indonesia akan melompat menjadi negara maju tetapi kalau sampai gagal itu akan menjadi hambatan utama," kata Mardiono, dilansir di Antara.
Keberhasilan pemilu diharapkan akan membantu Indonesia melompat menjadi negara maju, sementara kegagalan dapat menjadi hambatan utama bagi pembangunan yang berkesinambungan.
"Karena kesinambungan pembangunan ada pada pemilu, di mana kelanjutan kepemimpinannya dari pemerintahan saat ini," tuturnya.
Namun, Mardiono menegaskan bahwa KIB tidak berkoalisi dalam konteks calon presiden dan calon wakil presiden. Pendeklarasian KIB tidak membahas tentang capres dan cawapres.
Baca Juga: Mulai Buka e-Commerce di AS, Begini Cara TikTok Pasok Barang Asal China
"KIB tidak berkoalisi dalam konteks capres dan cawapres, jadi tiap pendeklarasian yang kita tanda tangani itu tidak membicarakan tentang capres dan cawapres," beber Mardiono.
Meskipun demikian, komunikasi politik antara PPP dengan partai PDI Perjuangan sebagai pengusung bakal calon presiden, Ganjar Pranowo, berjalan lancar.
Mardiono mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, serta dengan Ibu Puan dan Pak Hasto Kristiyanto berlangsung intens. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak