SUARA CIANJUR – Dalam tiga tahun terakhir, nama Prilly Latuconsina dan Umay Shahab telah melambung tinggi di industri perfilman Indonesia.
Pasangan muda ini tidak hanya dikenal sebagai aktor berbakat, tetapi juga sebagai pemilik perusahaan produksi (PH) film mereka sendiri.
Perjalanan mereka yang penuh perjuangan dan dedikasi telah menginspirasi banyak orang untuk menggapai impian mereka sendiri.
Pada awalnya, impian Prilly untuk memiliki perusahaan produksi (PH) film pribadi hanyalah sebuah keinginan tanpa batas. Namun, bersama dengan Umay, mereka menjadikan impian tersebut sebagai tujuan hidup mereka.
Setelah bekerja keras dan tanpa henti, akhirnya kesempatan datang di mana film pertama yang diproduksi oleh mereka mencapai angka luar biasa, dengan total penonton mencapai 2,2 juta. Kesuksesan ini membuktikan bahwa usaha keras dan tekad tidak akan pernah sia-sia.
“Kita berdua itu benar-benar anak-anak muda punya ide, terus juga punya keinginan kayak kita bikin ph nya, supaya kita bisa bikin cerita sendiri,” Jawab Prilly dalam sebuah podcast Armuh pada (09/08).
“Bosan enggak sih lu dapat peran itu-itu aja, terus Umay juga yang kayak ya gue juga bosan kayaknya kalau gua enggak bikin PH. Gue juga kayaknya enggak ada yang bakal percaya sama gue, yaudah yuk kita bikin,” lanjut Prilly.
Mendirikan perusahaan produksi film (PH) bukanlah tugas yang mudah, terutama ketika keduanya masih terhitung sebagai generasi muda di industri ini.
Namun, Prilly dan Umay menekankan pentingnya memiliki keseriusan dan tanggung jawab yang tinggi.
Baca Juga: 5 Tips Menyikapi Anak-anak yang Sering Nonton TikTok, Wajib Dipantau!
Mereka menyadari bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, mereka perlu memiliki mentor senior yang mendukung, yang akan membantu mereka dalam setiap tahapan produksi. Pentingnya melibatkan senior dalam produksi film mereka diakui oleh Prilly.
“Kami memang masih anak-anak muda dengan banyak ide dan semangat, tetapi kami perlu panduan dan wawasan dari mereka yang telah menjalani perjalanan ini sebelumnya.” tuturnya.
Salah satu ciri khas dari perusahaan produksi (PH) yang dimiliki oleh Prilly dan Umay adalah fokus pada cerita dan karakter yang orisinal.
Mereka enggan terjebak dalam rutinitas bermain peran yang sama, dan terus berinovasi untuk menghadirkan kisah-kisah yang menggugah dan berbeda dari yang lain.
Setelah sukses dengan film pertama mereka, tantangan berikutnya adalah mencari pendanaan untuk produksi film kedua.
Prilly dan Umay berhasil mengatasi hambatan ini, dengan mendapatkan dukungan dari berbagai investor dan partner yang percaya pada visi mereka.
Film kedua mereka mengambil peran penting dalam mengangkat isu-isu sosial yang relevan, seperti kesehatan mental dan AI.
Prilly dan Umay percaya bahwa film bukan hanya hiburan semata, tetapi juga sarana untuk menginspirasi dan memberikan pesan kepada penonton. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang