SUARA CIANJUR - Kasus penculikan dan penganiayaan yang berujung pada kematian oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terhadap seorang pemuda asal Aceh telah menjadi fokus perhatian Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono.
Dalam menghadapi situasi ini, Panglima TNI menegaskan komitmennya untuk memberlakukan hukuman berat kepada anggota TNI yang terlibat dalam tindakan tersebut, terutama jika dilakukan oleh oknum Paspampres.
Julius, juru bicara Panglima TNI, menekankan bahwa semua langkah yang akan diambil akan memastikan keadilan dan akuntabilitas dalam kasus ini.
Dengan tekad yang kuat, Panglima TNI menyatakan bahwa tidak akan ada toleransi bagi mereka yang terlibat dalam tindakan melanggar hukum.
Pomdam Jaya (Pusat Polisi Militer Daerah) sedang melakukan pemeriksaan yang intensif terhadap tiga pelaku untuk mengungkapkan motif di balik tindakan penculikan yang tragis ini.
Pendekatan intensif ini bertujuan untuk mengungkapkan fakta secara menyeluruh dan memastikan bahwa proses hukum yang akan diambil selaras dengan keadilan.
Dalam konteks ini, Komandan Paspampres, Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay, dengan tegas menyatakan bahwa apabila terbukti anggota Paspampres terlibat dalam tindakan pidana yang disangkakan, langkah-langkah hukum akan diambil sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Sikap tegas dan cepat dalam menangani pelanggaran hukum seperti ini adalah penting untuk memastikan bahwa setiap individu, termasuk aparat keamanan, bertanggung jawab atas tindakan mereka. (*)
Baca Juga: Ilmu ini yang Bikin Nekat Perempuan Serang Paspampres di Istana Negara
Berita Terkait
-
Mario Dandy Dituntut 12 Tahun Penjara Atas Kasus Penganiayaan David Ozora
-
Penasihat Hukum Mario Dandy Ajukan Permohonan Pemeriksaan Psikiater untuk Pembelaan di Persidangan
-
Mario Dandy Sudah Memenuhi Unsur Penganiayaan Berat Berencana, Diungkap Pengacara David Ozora!
-
Mario Dandy Akui Ini di Persidangan Terkait BAP
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan