/
Senin, 08 Agustus 2022 | 09:02 WIB
Penyakit cacar monyet harus diwaspadai. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com ­– World Health Organization (WHO) sudah menerima laporan kalau kasus cacar monyet sudah meluas sampai ke-12 negara non endemis 3 regional WHO, antara lain regional Eropa, Amerika dan Western Pacific. 

Kabar ini tentunya membuat pemerintah di seluruh dunia waspada dengan penularan, gejala dan pencegahan cacar monyet ini. 

Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terinfeksi virus cacar monyet. Meskipun memiliki nama cacar monyet, namun penting untuk diketahui bahwa monyet bukanlah reservoir utamanya. 

Jika ditanya apakah cacar monyet menular? Jawabannya iya. Cacar monyet itu dapat menular dengan suatu sebab. Dilansir dari Litbang Kemkes RI, penularan virus cacar monyet dari hewan ke manusia atau dari manusia ke manusia dapat terjadi ketika: 

1.    Seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus.

2.    Penularan juga dapat terjadi kalau virus melewati plasenta dari ibu hamil ke janin.

3.    Seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi.

4.    Seseorang melakukan kontak dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen dari seseorang yang sudah terserang virus cacar monyet.

5.    Seseorang mengalami kontak langsung dengan luka infeksi, koreng atau cairan tubuh penderita.

Baca Juga: 5 Hits Bola: Asisten Shin Tae-yong Ungkap Ada Kesamaan Gaya Bermain Timnas Indonesia U-16 dan Senior

6.    Virus menyebar melalui droplet pernafasan ketikan melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Sementara itu, gejala cacar monyet pada manusia akan terlihat mirip seperti gejala cacar air. Perbedaan utamanya adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening sedangkan cacar air tidak. 

Gejala cacar air akan muncul setelah masa inkubasi yang biasa terjadi antara 6 sampai 13 hari.

Kemunculan gejala yang lebih parah bisa diamati setelah satu sampai tiga hari, penderita mengalami demam. 

Penderita akan mengalami ruam yang menyebar. Bisa terlihat pertama kali pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh. Penyakit ini biasanya berlangsung selama dua sampai empat minggu.

Umumnya, gejala cacar monyet antara lain sebagai berikut: 

1.    Demam

2.    Sakit Kepala

3.    Nyeri Otot

4.    Kelelahan

5.    Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)

6.    Sakit punggung

7.    Asthenia (kelemahan tubuh)

8.    Lesi Cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

Dalam kasus penyakit cacar monyet, agar terhindar dari penularan ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk melindungi diri. Adapun pencegahan cacar monyet yang dapat dilakukan secara pribadi antara lain: 

1.    Hindari kontak dengan berbagai jenis hewan yang dapat menjadi reservoir virus.

2.    Hindari kontak dengan hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah dimana cacar monyet sedang menyebar.

3.    Hindari kontak langsung dengan apapun yang pernah berkontak dengan hewan atau seseorang yang pernah terkena virus.

4.    Pisahkan pasien yang terinfeksi dari pasien lain yang rentan terinfeksi.

5.    Cuci tangan dengan baik setelah kontak dengan hewan dan manusia yang terinfeksi atau sedang diduga terinfeksi.

6.    Khusus untuk perawat, gunakan alat pelindung diri saat sedang merawat pasien yang terinfeksi.

7.    Masak daging sampai benar-benar matang, hindari memakan daging setengah matang.

Itulah informasi mengenai penyakit cacar monyet, bagaimana penularan, gejala hingga pencegahan. Semoga bermanfaat.

Sumber: Suara.com 

Load More