Deli.Suara.com - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin menanggapi pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) yang menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi singkong.
Pernyataan tersebut dilontarkan menanggapi mahalnya harga gandum belakangan ini.
"Saya menilai apapun bisa terjadi ditengah kondisi seperti yang sekarang. Kita memang masih bersyukur karena pertumbuhan ekonomi masih terjadi, dan belum memasuki tahapan krisis apapun," ujarnya kepada Suara Deli, Minggu (14/8/2022).
Gunawan menyampaikan perang Rusia – Ukraina sudah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran. Gangguan rantai pasok global terganggu dikarenakan perang tersebut.
Ia mengatakan dampak perang harga pupuk menjulang tinggi yang membuat harga pupuk di tingkat petani menjadi lebih mahal, serta memicu peningkatan biaya input produksi yang bisa memicu kenaikan harga maupun menurunkan produktifitas tanaman pangan.
"Dan sayangnya tensi geopolitik belakangan ini semakin meningkat dan meluas. Dengan ancaman perang yang semakin besar," ungkap Gunawan.
Menurutnya, bahwa perang berpotensi memicu kenaikan biaya hidup masyarakat atau memicu kelangkaan komoditas tertentu yang dibutuhkan. Dan Presiden berulang kali terus menyampaikan bahwa ada ancaman krisis pangan global.
"Kita tidak berharap perang atau ancaman krisis pangan terjadi di negeri ini. Tetapi kita harus bersiap dengan segala kemungkinan terburuknya. Karena sekalipun kita tidak terlibat dengan perang secara langsung, bukan berarti dampaknya tidak bisa dirasakan di tanah air," ungkap Gunawan.
Jika gangguan pasok terus terjadi akibat perang yang kian meluas, maka tanaman padi ini yang sangat bergantung pada pupuk berpeluang mengalami penurunan produksi.
Sementara singkong, ini tanaman yang jauh lebih rendah membutuhkan pupuk atau bahkan tidak sama sekali, serta memiliki kemungkinan berhasil yang lebih tinggi dibandingkan tanaman pokok lainnya seperti padi.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penipuan di Sumut, Modus Promo Hp Murah Lewat Facebook
"Jadi jangan anggap remeh ajakan Menteri Pertanian tersebut. Kondisi ekonomi global tengah dalam ketidakpastian, dan tidak ada yang bisa memperkirakan apakah perang ini akan meluas, atau terhenti," ungkapnya.
Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, Generasi baby boomers menjadi saksi kalau mereka pernah makan singkong atau bahan makanan lain selain beras.
"Kalau generasi X saya pikir sebagian masih mengalami hal tersebut," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan kepada generasi millenial dan setelahnya ini yang sudah terbiasa makan nasi agar mulai melatih mengkonsumsi singkong.
"Padahal ancaman krisis yang lebih luas itu terjadi saat sekarang. Memang akan lebih baik jika dilatih untuk mengkonsumsi singkong, setidaknya bisa lebih bersiap untuk menghadapi ancaman krisis pangan global saat ini," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintahan Jokowi Dapat Pujian Anggota DPR Soal Penanganan Gejolak Ekonomi
-
Nielsen Ungkap Belanja Iklan Mulai Bergeliat, Tanda Ekonomi Mulai Pulih?
-
Pemerintah Atasi Krisis Global Sambil Pulihkan Ekonomi Nasional
-
Garuda Indonesia Tidak akan Menaikkan Harga Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
Ekonomi Alami Ketidakpastian, Emiten-emiten Mulai Atur Strategi Pertahankan Kinerja
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai