/
Minggu, 21 Agustus 2022 | 18:37 WIB
Ilustrasi Dipasung (Foto: Antara/Syaiful Arif)

Deli.Suara.com - Seorang pria di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dipasung keluarganya. 

Pria bernama Ahmat Rosadi (39) diduga mengalami gangguan jiwa. Ia dikurung di ruangan dapur. Kaki dan tangannya terikat rantai besi. Ahmat dipasung lantaran sering mengamuk.

Sang ibu bernama Aminah Hasibuan (72) mengaku, anaknya mengalami gangguan jiwa sejak beberapa tahun lalu. Namun sejak beberapa bulan terakhir semakin parah. Bahkan, anaknya mengamuk di lokasi upacara HUT RI ke-77.

"Sebelumnya tidak begitu parah. Tiga tahun belakangan penyakit kumat dan semakin parah. 

Sering mengamuk tak beralasan. Kemarin saat perayaan HUT RI dia memukul saya, dan mengakibatkan tangan dan kaki saya terkilir," kata Aminah dikutip dari Suara.com, Minggu (21/8/2022).

Aminah mengatakan, anaknya pernah dibawa berobat ke dokter jiwa hingga dukun. Selama menjalani pengobatan medis, dokter memberi obat-obatan penenang.

Hingga pengobatan tradisional sudah dilakukan, namun tidak ada perubahan yang signifikan. Melihat kondisi sang anak tak kunjung membaik, Aminah kewalahan dengan ulah anak semata wayangnya itu.

"Kondisi kesehatan anak saya terus memburuk. Kini terpaksa kami ikat karena takut membahayakan orang lain dan juga saya sendiri," ungkap Aminah. 

Aminah mengatakan, Ahmat memiliki tiga anak berusia 18, 10 dan 6 tahun. Mereka tinggal satu rumah dengannya sejak ditinggal menantunya.

Baca Juga: Diteriaki jadi Presiden 2024, Puan Maharani Tersenyum Malu-malu

"Saya sudah tua, mencari nafkah berjualan sayur keliling hasilnya tidak mampu menutupi biaya makan bagi anak dan ketiga cucu. Apalagi untuk membawa anak saya kembali berobat, saya sudah tak sanggup lagi," jelas Aminah.

Aminah berharap pemerintah daerah dan para dermawan dapat meringankan beban hidup serta membantu biaya pengobatan anak tersebut. 

Load More