Deli.Suara.com – Parlemen ingin masyarakat mendukung rencana meringankan beban subsidi energi melalui realokasi anggaran yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin.
Hal ini dipaparkan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah. Ia menilai penerapan realokasi anggaran subsidi secara tepat sasaran akan bisa menekan dampak negatif dari peningkatan inflasi.
Said Abdullah menuturkan anggaran tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan program Bantuan Langsung Tunai
“Artinya subsidi dialihkan dari si kaya ke si miskin yang benar-benar membutuhkan,” kata Said Abdullah, Sabtu (27/8/2022).
Said Abdullah mengungkapkan kebijakan realokasi subsidi energi tersebut diyakini bisa meredam dampak yang akan muncul akibat lonjakan inflasi. Ia mencontohkan, dana subsidi energi itu bisa untuk mendorong produksi UMKM dan anggaran itu juga dapat difokuskan untuk subsidi BBM bagi pelaku UMKM yang teknisnya diintegrasikan dengan program perlindungan sosial.
Said mengatakan, pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp502 triliun tahun ini seiring dengan kenaikan harga minyak dunia.
“Dana tersebut sekarang hanya digunakan untuk mensubsidi harga energi yang kini mencapai 80% dari LPG 3 Kg yang dikonsumsi masyarakat umum,” paparnya.
Said menambahkan, kelompok masyarakat menengah ke atas atau yang termasuk dalam kategori mampu juga mengonsumsi Pertalite, sehingga kuota yang tersedia tidak bisa memenuhi permintaan.
“Pemerintah memperkirakan jika kita mensimulasikan dengan tren konsumsi saat ini, kita akan kehabisan pasokan parsial pada Oktober 2022,” ucap Said Abdullah.
Baca Juga: Diminta Bongkar Dugaan Investasi Bodong Ustaz Yusuf Mansur, Ini Tanggapan Pesulap Merah
Said Abdullah menilai, subsidi Solar sejauh ini belum efektif. Pasalnya, selisih harga Solar bersubsidi dan non subisidi sangat besar. Oleh karena itu, perubahan pola BBM bersubsidi dan LPG perlu diubah oleh pemerintah.
“Dana subsidi energi yang besar, idealnya dapat digunakan untuk pembangunan di berbagai sektor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas bawah dan kegiatan yang produktif, misalnya pendidikan, kesehatan, infrastruktur energi dan lain-lain, tutur Said.
Ia memaparkan, jumlah anggaran subsidi BBM dapat digunakan untuk membangun 3.501 km jalan tol baru dengan perkiraan investasi Rs142,8 crore per km. sedangkan pembangunan Sekolah Dasar (SD) bisa mencapai 227.886 unit, dengan estimasi nilai Rp2,19 miliar per unit.
Padahal, anggaran subsidi BBM bisa digunakan untuk membangun 3.333 rumah sakit menengah dengan nilai investasi Rp150 miliar per unit.
“Jika Puskesmas perlu dibangun, subsidi BBM dan anggaran kompensasi BBM dapat digunakan untuk membangun 41.666 puskesmas baru dengan biaya Rp12 miliar per puskesmas,” tuturnya.
Said menambahkan, Indonesia saat ini masih menghadapi indeks prevalensi kerawanan pangan yang tinggi.
Berita Terkait
-
Kapal Tanker Bermuatan 90 Ton BBM Ilegal Ditangkap Bakamla
-
Inflasi Semakin Menggila Pemerintah Diminta Mutakhirkan Data Masyarakat Miskin
-
Subisidi BBM Butuh Tambahan Anggaran Rp195,6 Triliun Jika Harga Tidak Dinaikkan
-
Minta Pemerintah Tak Naikkan BBM Subsidi, PDI P Jabar Kasih Rekomendasi Ini
-
Khawatir Inflasi, PDI Perjuangan Jabar Minta Presiden Tunda Kenaikan Harga BBM Subsidi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Punya Nama Belakang Mirip Kuliner Betawi, Gelandang Jebolan PSG Jadi Incaran Vietnam
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi