Deli.suara.com – Menjelang akhir tahun 2022, hampir seluruh wilayah di Indonesia terguyur hujan deras, dan tak sedikit juga yang mengalami banjir atau pun longsor. Salah satu wilayah yang baru-baru ini terkena bencana banjir bandang dan longsor adalah Bali—pulau dewata yang banyak disukai turis.
Tak hanya Jakarta yang kerap terkena banjir, sejumlah wilayah di Bali juga terkena musibah karena hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah. Hujan deras ini menyebabkan banjir dan longsor di Ubud, Gianyar Bali kemarin, Selasa (18/10/2022).
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi Bali menuding, bencana yang terjadi di daerah tersebut disebabkan karena adanya alih fungsi lahan yang massif. Berbagai proyek infrastruktur dibangun tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan.
“Alih fungsi lahan terjadi sangat signifikan yang disebabkan oleh pembangunan infrastruktur yang atraktif,” ucap Direktur Eksekutif Walhi Bali Made Krisna Dinata, Rabu (19/10/2022).
Made Krisna Dianata turut mengkritik sejumlah proyek yang memiliki andil besar pada alih fungsi lahan, dan salah satu proyek yang dimaksud adalah proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Ia mengatakan, proyek ini menghilangkan 98 titik irigasi yang jelas saja menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan budaya Bali.
“Banyak lahan dikonversi menjadi infrastruktur, sehingga merubah bentang alam yang ada,” tutur Krisna terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Bali.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta juga turut mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi ini juga menyebabkan jebolnya sandaran jalan di Jalan Raya Ubud depan SMP 01 Ubud.
Akibat dari jebolnya sandaran ini, satu mobil tertimpa longsoran tanah hingga menimbulkan kemacetan. Hashtag #PrayforBali mulai trending sejak kemarin Selasa (18/10/2022) di media sosial Twitter akibat bencana yang melanda wilayah ini.
Tak hanya di wilayah Ubud, Bali, banjir bandang juga menyerang kawasan pedesaan di Jembrana, Bali.
Baca Juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Chikungunya!
“Jadi, adanya bencana akhir-akhir ini yang sangat besar menimpa Jembrana dan Karangasem itu. Menurut hemat kami, ditengarai adalah alih fungsi lahan yang signifikan, yang disebabkan oleh salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang atraktif terhadap lingkungan,” papar Made Krisna Dianata di kantor Walhi Bali yang ada di Denpasar, Selasa (18/10/2022).
Dilansir dari Antara, Kepala BPBD Bali, I Made Rentin juga mengungkapkan peristiwa ini menyebabkan enam orang meninggal dunia, Senin (17/10/2022).
“Total meninggal dunia enam orang. Ada tiga orang di Kabupaten Karangasem, satu orang di Bangli, satu orang di Tabanan, dan satu orang di Jembrana,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun