/
Rabu, 02 November 2022 | 18:19 WIB
Foto Anies Baswedan by suara.com

Deli.suara.comAnies Baswedan diterpa dilema ketika harus memilih calon pasangan wakil presiden yang akan menemaninya nanti. Sampai saat ini, Anies belum menetapkan siapa sosok yang akan maju bersamanya saat Pilpres 2024 nanti.

Semua partai politik sibuk mempersiapkan Pilpres 2024 yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang. Partai NasDem sendiri mengusulkan Anies Baswedan sebagai capres yang akan maju di Pilpres 2024. Akan tetapi, sampai saat ini Anies belum memilih siapa yang akan maju bersamanya.

Partai NasDem, Demokrat, dan PKS tengah mencari sosok figur yang cocok untuk disandingkan dengan Anies. Dan masing-masing partai yang berkoalisi ini pun mulai mengusulkan satu kandidat dari masing-masing partai.

AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono dan Aher atau Ahmad Heryawan diusulkan menjadi cawapres yang akan mendampingi Anies di Pilpres nanti. Tapi, sampai saat ini Anies belum memilih siapa di antara mereka berdua yang akan maju bersamanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengungkapkan, bahwa hubungan Anies, AHY dan Aher ini seperti cinta segitiga yang rumit dan tak kunjung usai.

“AHY dan Aher sama-sama diberi harapan. Ketika Anies bertemu AHY, keduanya mengklaim punya chemistry dan kecocokan yang sama. Ketika Anies berjumpa Aher, keduanya juga saling berbalas pantun. Sangat terlihat ketiganya terlibat dalam cinta segitiga. Sama-sama berebut jadi pasangan Anies. Problemnya, Anies memberikan harapan yang sama ke AHY dan Aher,” tutur Adi pada Selasa (1/11/2022).

Dilihat dari kondisi Anies, hal ini jelaslah rumit. Ia merasa dilema dan serba salah jika memilih salah satu di antara AHY dan Aher. Persoalan ini juga menyebabkan koalisi NasDem, Demokrat dan PKS belum selesai mencapai mufakat sampai sekarang.

Menurut Adi, alasan Demokrat dan PKS berebut posisi cawapres untuk mendampingi Anies karena keduanya memiliki tujuan. Pertama, tujuan untuk mendapatkan efek ekor jas karena Pilpres akan dilakukan secara serentak.

Untuk alasan kedua, menurut Adi, kedua partai tersebut ingin membuat katup pengaman agar pemilih mereka tak pindah ke NasDem. Isu lain yang menambah kekisruhan antara tiga partai ini mencuat, pasalnya muncul sosok lain yang masuk ke dalam penjajakan tiga partai tersebut.

Baca Juga: Valerie Thomas Lewati Banyak Rintangan dan Putuskan Bertahan di London, Alasannya?

Nama yang diajak berkomunikasi ini disebut berasal dari luar koalisi NasDem, Demokrat dan PKS. Hal ini juga diungkapkan oleh Willy Aditya selaku Ketua DPP Partai NasDem. Ia mengatakan, ketiga partai yang tengah berkoalisi itu sedang menjalin komunikasi dengan tokoh lain.

Tokoh lain yang muncul ini disebut sebagai alternatif ketika usulan cawapres AHY dan Aher urung disepakati.

“Ada bebeerapa nama yang terus menerus dikomunikasikan, terus menerus dibangun chemistry, baik lahir maupun batin,” ujar Willy di Gedung DPR RI, Selasa (1/11/2022).

Willy tak menyebutkan nama yang sudah masuk ke dalam radar yang punya potensi menjadi cawapres mendampingi Anies nanti. Namun, Willy juga mengatakan bahwa orang yang akan menemani Anies nanti harus memperkuat koalisi yang dibangun oleh tiga partai, bukan menimbulkan keretakan.

“Ya kalau dalam survei ada big ten, tapi di luar itu ya beberapa variabel penting ya. ya, teman-teman tahu lah siapa yang ada di dalam radar, dan tidak terlalu jauh,” ujar Willy terkait isu tersebut.

Load More