Sepakbola bisa dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling beken sedunia. Sebab, beragam kompetisi bidang ini selalu mempunyai fans fanatiknya masing-masing.
Tak hanya itu, fans-fans tersebut juga tidak terkungkung oleh batas-batas negara. Misalnya, klub tersukses Liga Inggris Manchester United tidak hanya disukai oleh orang-orang Inggris, melainkan di banyak negara termasuk Indonesia.
Tapi, dunia sepakbola ternyata juga mempunyai banyak misteri. Bahkan, ada pula misteri terkait sepakbola itu yang hingga kini belum mampu dipecahkan oleh manusia.
Salah satunya adalah perjalanan Timnas Indonesia di Piala Dunia 1938 yang sangat misterius.
Berikut 3 misteri terkait Piala Dunia yang hingga kini belum bisa terpecahkan.
1. Hilangnya Trofi Jules Rimet
Seniman Italia Silvio Gazzaniga merancang trofi Piala Dunia yang sekarang kita kenal, yang digunakan pertama kali pada Piala Dunia 1974.
Namun, trofi sebelumnya, bernama Victory dan kemudian diganti dengan Jules Rimet - seorang Presiden FIFA yang menginisiasi Piala Dunia - telah lenyap dari muka bumi.
Trofi tersebut terakhir kali berada di tangan Brasil, negara yang memenangkan Piala Dunia tiga kali pertama. Sampai saat ini, keberadaan trofi tersebut masih menjadi misteri.
2. Kondisi Ronaldo di Piala Dunia 1998
Fenomena aneh terjadi sebelum final Piala Dunia 1998. Ronaldo, striker utama Brasil, tiba-tiba menghilang beberapa jam sebelum pertandingan.
Baca Juga: Inter Milan Sukses Pertahankan Gelar Coppa Italia, Simone Inzaghi Puji Performa Lautaro Martinez
Kabar beredar bahwa ia mengalami kejang-kejang dan pingsan di kamar hotelnya. Penyebab kejang-kejang Ronaldo masih menjadi misteri hingga sekarang, meskipun ia memutuskan untuk bermain dan Brasil akhirnya kalah 3-0 dari Prancis.
3. Kisah Timnas Indonesia di Piala Dunia 1938
Indonesia, saat itu masih bernama Hindia Belanda, menjadi negara Asia pertama yang berpartisipasi dalam Piala Dunia pada tahun 1938.
Meski tim tersebut kalah 6-0 dari Hungaria di babak pertama, mereka menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Asia.
Namun, nasib skuat tim setelah turnamen masih menjadi misteri. Hanya diketahui bahwa kiper, Mo Heng Tan, pernah memperkuat Timnas Indonesia dalam pertandingan persahabatan melawan klub dari Singapura pada tahun 1951.
Sedangkan Frans Alfred Meeng, tragisnya tenggelam saat kapal Jepang Junyo Maru tenggelam pada 18 September 1944.
Berikut skuat lengkap Timnas Indonesia pada Piala Dunia 1938:
Tag
Berita Terkait
-
Tempati Grup K, Timnas Indonesia Siap Catat Sejarah ke Putaran Final Piala Asia U-23?
-
Rafael Struick dan Ivar Jenner Ternyata Sudah Lama Tidak Berkomunikasi dengan Shin Tae-yong
-
Beredar Harga Tiket Timnas Indonesia vs Argentina Mulai Rp1,3 Juta, PSSI: Itu Hoaks
-
Itung-itungan Erick Thohir Ranking FIFA Indonesia Bisa Melejit 50 Poin
-
Erick Thohir Yakin War Tiket Timnas Indonesia Vs Argentina Lebih Seru Ketimbang Konser Coldplay, Ini Alasannya
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Skema Penyelundupan Handphone Terbongkar: 337 Unit Iphone dan Samsung Disembunyikan di Dinding Truk
-
Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?
-
Jadwal FYP TikTok 2026 Terbaru: Jam Terbaik Unggah Konten Biar Viral!
-
Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin
-
HP Gaming Murah Anyar, Nubia Neo 5 Pro Andalkan RAM 12 GB dan Layar OLED
-
3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
5 HP Xiaomi 5G di Bawah Rp4 Juta April 2026, Performa Kencang Tanpa Lemot
-
5 Mobil Keluarga Bekas Pengganti Avanza, Hemat dan Tangguh Dipakai Harian
-
5 Mobil Keluarga Nyaman Anti Limbung Tak Bikin Mabuk Darat, Mulai 80 Juta dari Honda hingga Hyundai