Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dinilai semakin bersinar di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Namun masih ada sisa-sisa kekhawatiran keberhasilan ini akan dinodai dengan isu politik.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 yang bakal digelar pada November 2023.
"Tentu pengumuman FIFA adalah sesuatu yang tidak hanya kita wajib merayakan justru harus kita perjuangkan. Perjuangan dalam arti ini merupakan kesempatan bagi Indonesia rumah kita panggung kita untuk Garuda bisa mendunia," kata Erick Thohir, Minggu (25/6/2023).
Erick menilai kesuksesan Piala Dunia U-17 ini bisa jadi bukti bahwa Indonesia mampu menggelar event besar tersebut.
"Dan untuk kesempatan kita sebagaimana menunjukkan bangsa yang besar dan bersatu untuk bisa masukkan event yang sangat berharga ini," lanjut Erick.
Sementara itu, pengamat sepak bola nasional Akmal Marhali mengatakan kepurusan FIFA menunjuk Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-17 tak lepas dari kesiapan infrastruktur dan tingginya animo masyarakat akan sepak bola.
"Pastinya disambut baik ya, dan kepercayaan yang diberikan FIFA saat ini sepertinya tidak banyak pilihan untuk melaksanakan Piala Dunia U-17 setelah Peru gagal, kemudian Indonesia secara infrastruktur sudah siap maka kemudian Indonesia diberikan kesempatan kedua untuk menjadi tuan rumah sekali lagi," kata Akmal kepada wartawan, Minggu (25/6).
"FIFA ingin mengejar pasar sepak bola Indonesia yang selama ini sangat luar biasa penggemar sepak bola fanatik dan pasar nomor 3 di dunia setelah Cina dan juga India,” tambahnya.
Akmal mengakui bahwa PSSI telah mengalami berbagai perubahan di bawah pimpinan Erick Thohir, mulai dari struktur organisasinya hingga transformasi dalam Timnas Indonesia. Menurut Akmal, beberapa inovasi yang diinisiasi oleh Erick Thohir layak mendapatkan penghargaan.
Baca Juga: Padahal Lagi Salat Ied, Pria Ini Kepergok Curi HP Jemaah di Masjid Al Azhar
“Dan PSSI dibawah Erick Thohir memang melakukan banyak terobosan sejatinya, misalnya terobosan terobosan yang dilakukan bukan hal yang baru, karena pengurus-pengurus sebelumnya juga pernah melakukannya namun perlu kita dukung terobosan-terobosan tersebut,” terang Akmal.
Meski begitu, Akmal merasa khawatir bahwa kegagalan Piala Dunia U-17 2023 tidak hanya berkaitan dengan Israel, tetapi juga terkait dengan adanya campur tangan politik dalam kompetisi bergengsi tersebut. Mengingat Indonesia saat ini berada dalam tahap politik, dia waspada terhadap kemungkinan para politisi yang sebelumnya merusak peluang Piala Dunia U-20 menggunakan situasi ini untuk meningkatkan reputasi mereka.
“Jangan sampai kemudian ada 'PDIP' lagi di Piala Dunia U-17. PDIP bukan berarti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tapi Piala Dunia Isinya Politik," tegasnya.
Lanjut Akmal, Piala dunia tanpa Israel sebenarnya sama saja karena paling riskan adalah interferensi politik karena memang kita berada di musim politik sekarang. Terlebih dalam gelaran Piala Dunia U-17 ini, Israel tidak lolos kualifikasi.
"Pilpres 2024 sudah dekat dan di mana pelaksanaan Piala Dunia U-17 dekat dengan rencana kampanye partai politik, dan menariknya ini bukan cuma pemilihan presiden saja seluruh pemilihan dijadikan satu,” ucapnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Mengenal Julian Oerip, Pemain AZ Alkmaar Berdarah Jawa yang Bisa Dipanggil Timnas Indonesia U-17
-
Biasa Nyinyir, Media Vietnam Kini Sebut Timnas Indonesia Kebanggaan Asia
-
Biasanya Mengkritik, Media Vietnam Kini Bangga dengan Timnas Indonesia U-17, Apa Sebabnya?
-
4 Negara Juara Piala Dunia U-17 yang akan Tampil di Indonesia
-
Mendayung di Antara Prabowo dan Ganjar, PAN Malah Mantap Dukung Erick Thohir Jadi Cawapres
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan
-
Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat
-
Memahami Institusi Pendidikan di Era Digital, Jangan Hanya Percaya Hasil Pencarian