Kritikan pedas netizen Indonesia kepada Saddil Ramdani yang ramai beredar di media sosial (medsos) menjadi perbincangan media negeri jiran, Harimau Malaya.
Serangan keras terhadap Saddil yang disampaikan netizen Indonesia tersebut sebenarnya mengkritik performa Gelandang Timnas yang dinilai tidak menunjukan kecermelangannya dibandingkan aksinya saat memperkuat Sabah FC, klub yang kini dibelanya.
"Mereka ‘menyerang’ pemain mereka sendiri, sedangkan Saddil berada dalam prestasi terbaik ketika ini," tulis artikel tersebut.
Dalam tulisan tersebut, Saddil digambarkan meluapkan kemarahannya kepada penggemar sepakbola Indonesia yang dinilai tidak bisa memahami situasinya saat ini di Liga Super Malaysia. Harimau Malaya bahkan menulis tidak mudah bermain di liga kebangsaan Malaysia dibandingkan dengan Liga Indonesia.
"Hal ini juga secara tidak langsung membangkitkan api kemarahan dalam diri Saddil yang mahukan para peminat di sana memahami situasinya di sini dan baginya bermain dalam Liga Super bukanlah sesuatu yang mudah tambahan pula hendak beradaptasi dengan situasi berbeza jika dibandingkan di Indonesia," tulisnya.
Bahkan Liga Indonesia disebut sangat jauh berada di bawah peringkat Liga Super Malaysia yang kini berada di posisi ke-13 liga sepakbola di Indonesia dan juga berada di bawah Thailand untuk pemeringkatan liga di kawasan Asia Tenggara.
"Jika dilihat semula ranking yang telah dikeluarkan oleh AFC baru-baru ini menunjukkan Liga Super Malaysia menduduki tangga ke-13 di Asia dan kedua terbaik di rantau Asia Tenggara di belakang Thailand manakala Indonesia berada jauh di kedudukan ke-26 Asia dan keenam dibawah Singapura dan Filipina," tulisnya.
Masih dalam tulisan yang sama, media tersebut membela Saddil bahwa apa yang disampaikan pemain kelahiran Muna, Sulawesi Tenggara itu ada benarnya. Sebab tidak banyak pemain Indonesia yang berlaga di Liga Malaysia lantaran tekanan dan target yang diminta klub terlalu tinggi.
"Jadi apa yang diluahkan oleh Saddil memang ada betulnya kerana tidak ramai pemain dari Indonesia yang bertahan untuk bermain di Liga Super disebabkan tekanan dan jangkaan yang dipinta oleh kelab terlalu tinggi."
Baca Juga: Media Malaysia Tak Tega Lihat Saddil Ramdani Dihujani Kritik: Netizen Indonesia Kejam!
Sebelumnya diberitakan, Saddil menuliskan curhatan panjang di akun Instagram yang merupakan balasan komentar pedas netizen Indonesia yang membandingkan permainannya saat membela timnas dan klub yang dinilai jauh berbeda.
Pemain Gelandang Sabah FC ini rupanya tak terima dengan komentar pedas netizen dalam video yang diunggah oleh akun @viralbolaid. Video yang menampilkan Saddil mencetak gol untuk Sabah FC itu mendapat reaksi pedas dari netizen indonesia.
Banyak yang kemudian membandingkan performa Saddil saat di Timnas Indonesia dan di klub Sabah FC Malaysia. Menurut mereka permainan Saddil bahkan lebih baik ketika di klub dibandingkan saat di timnas.
"Saddil gacor di klub pas main di timnas entah kenapa" tulis warganet.
Hal ini sontak mengundang respon tak terima dari Saddil jika netizen membandingkan permainan dirinya yang seolah berbeda ketika di timnas dan klub.
"Jadi gini kenapa sih kalian bandingin gue di timnas ama di club beda-beda. Yaaa bedalahhh, emang gue sebagai pemain butuh namanya jam terbang dan kebebasan untuk bermain, apakah di timnas kami diberikan itu? Tidakkkk sama sekali!!! Kalian hanya melihat dari sudut yang tidak masuk akal, main hanya 15 menit 20 menit bahkan 7 menit terus kalian bilang gak bisa main di timnas gak bisa main melempem asal-asalan mainnya gocek mulu lahhh" tulis Saddil melalui akun instagramnya.
Menurutnya, komentar-komentar tersebut hanya akan memengaruhi mental pemain. Dirinya bahkan dengan disertai umpatan meminta netizen untuk mengubah maindset dan pola pikir, agar lebih memberikan kritik yang membangun.
"Kalian yang sok tau tolol rubah dong menset dan pola pikirmu kalian tidak berada di posisi kami, komen dan kritik yang membangun lahh jangan buat kami semakin gelisah dengan kritik seperti ini, ingat kami pemain butuh jam terbang lebih dan kepercayaan yang penuh untuk bisa menyesuaikan dengan team maupun meningkatkan mental" lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Arti Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Om Zein yang Dinilai Rendahkan Perempuan
-
Solar Langka: Jeritan Nelayan Pamekasan yang Terpasung di Darat
-
Perbedaan Sepeda Gunung dan Road Bike, Mana yang Harus Dipilih?
-
Yoo Ah In Resmi Tinggalkan UAA Setelah 10 Tahun, Gabung Galaxy Corporation?
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
-
Ruang Bercakap #25: Belajar Menulis Artikel Sepak Bola yang Menarik Bersama Yoursay
-
Super League Belum Mulai, Persib Dilaporkan Mau Ganti Pelatih
-
Anime MARRIAGETOXIN Resmi Berlanjut ke Season 2, Siap Tayang Januari 2027