- Ketua DPP PDIP Kesehatan, Ribka Tjiptaning, instruksikan relawan bela hak peserta BPJS PBI di Lenteng Agung, Jumat (13/2/2026).
- Instruksi ini menyusul alokasi anggaran Rp59 triliun yang menjamin klaim BPJS PBI tidak ditolak fasilitas kesehatan.
- Ribka mengkritik manajemen BPJS Kesehatan terlalu berorientasi profit, padahal seharusnya fokus melayani jaminan kesehatan rakyat.
Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menginstruksikan seluruh relawan kesehatan partai untuk bergerak militan membela hak masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Hal ini ditegaskannya dalam acara evaluasi mitigasi bencana di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jumat (13/2/2026).
Instruksi ini dikeluarkan menyusul adanya kepastian dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait ketersediaan anggaran sebesar Rp59 triliun untuk meng-cover klaim BPJS PBI.
Ribka menegaskan bahwa dengan anggaran yang sangat besar tersebut, tidak ada alasan bagi fasilitas kesehatan untuk menolak pasien dari kalangan rakyat miskin.
"Pak Menkeu menyatakan tiga bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal karena anggarannya ada Rp59 triliun. Jadi, jangan ada lagi alasan rumah sakit menolak pasien rakyat kecil," tegas Ribka di hadapan ratusan relawan.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka juga melontarkan kritik tajam terhadap manajemen BPJS Kesehatan, secara khusus kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti.
Ia menilai manajemen saat ini terlalu terjebak pada pola pikir mencari keuntungan (profit oriented), padahal BPJS adalah kepanjangan tangan negara dalam memberikan jaminan kesehatan bagi rakyat.
"BPJS itu dibuat untuk melayani, bukan perusahaan asuransi yang profit oriented. Ini bentuk hibah dan tanggung jawab negara kepada rakyatnya. Kalau dikit-dikit bilang rugi, ya mundurlah itu (Dirut). BPJS itu memang tugasnya mendistribusikan jaminan kesehatan, bukan mengejar untung," ujarnya.
Sebagai bentuk pengawalan, Ribka meminta para relawan kesehatan PDIP untuk hadir langsung di rumah sakit dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya tanpa merasa takut dengan birokrasi yang rumit.
Baca Juga: Gus Ipul Luruskan Pernyataan Wali Kota Denpasar Soal BPJS PBI: Itu Menyesatkan!
Ia mengingatkan bahwa pelayanan tersebut bukanlah bantuan cuma-cuma dari pihak tertentu, melainkan kewajiban negara yang sudah dibayar melalui APBN.
"Relawan kesehatan PDIP harus berani. Jangan takut. Katakan: 'Saya dari PDIP, mendampingi hak rakyat'. Ini bukan gratis, pasien BPJS PBI itu sudah dibayar oleh negara!," katanya.
Senada dengan Ribka, Wasekjen PDIP Sri Rahayu yang turut hadir menekankan pentingnya kesatuan hati dan tujuan bagi seluruh relawan.
Menurutnya, militansi relawan harus diwujudkan dalam bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis setiap hari.
"Apapun kejadian yang terkait pelayanan di mana pun masyarakat membutuhkan, jika kita tahu informasinya, tugas kita adalah hadir dan melaksanakan pendampingan," tutur Sri Rahayu.
Ia menutup arahannya dengan harapan agar seluruh elemen kesehatan partai semakin solid dalam melayani publik.
Berita Terkait
-
PDIP Klaim 100 Persen Warga Bisa Dapat BPJS Gratis, Ini Hitungannya
-
Gus Ipul Luruskan Pernyataan Wali Kota Denpasar Soal BPJS PBI: Itu Menyesatkan!
-
RSCM Pastikan Pasien Tetap Dilayani Meski Status BPJS PBI Nonaktif
-
Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah
-
BPJS Gratis untuk Driver Ojol, Program Apresiasi Gojek Bikin Kerja Lebih Tenang
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital