/
Kamis, 06 Juli 2023 | 14:22 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Suara.com/Alfian Winanto)

Pemerintah mengungkap beragam kekurangan Jakarta International Stadium (JIS) hingga dianggap tak layak untuk menjadi venue Piala Dunia U-17. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani membongkar respon eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi tindakan pemerintah tersebut. 

Menurut Mardani, Anies mengungkapkan kalau JIS itu bukan miliknya melainkan milik bangsa Indonesia. Oleh sebab itu Anies tidak masalah dengan apa yang dilakukan pemerintah. 

Terlebih pemerintah sudah berencana untuk melakukan renovasi.

"Mas @aniesbaswedan bilang JIS bukan miliknya, tapi milik bangsa Indonesia karya anak bangsa. Jika mau direnovasi monggo," kata Mardani melalui akun Twitternya @MardaniAliSera dikutip Kamis (6/7/2023). 

Akan tetapi, Anies meminta kepada pemerintah untuk tidak menghakimi apa yang ada di dalam JIS. Ia lebih berkenan apabila pihak FIFA langsung yang mengeceknya.

"Namun ojo kesusu dan menghakimi, biarkan FIFA yang menilai. Setorkan saja 6 stadion RI, lalu cek apa rekomendasinya, jika harus ada perbaikan maka ikuti saja," pinta Anies. 

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, membeberkan apa saja yang menjadi bahan evaluasi Jakarta International Stadium (JIS) agar bisa menjadi venue Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia bulan November mendatang. Diharapkan stadion warisan eks Gubernur Anies Baswedan ini bisa dibenahi tepat waktu.

Hal ini disampaikan Basuki setelah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, bersama Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Jasamarga, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan inspeksi ke JIS, Selasa (4/7/2023).

Bahan evaluasi pertama, kata Basuki adalah kondisi rumput JIS yang sudah tidak layak untuk standar FIFA.

Baca Juga: Selain 101 Barang, Venna Melinda Juga Kembalikan Cincin yang Belum Lunas ke Ferry Irawan

"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasng rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk dalam standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ujar Basuki di JIS usai inspeksi.

Lebih lanjut, Basuki menyebut pihaknya akan melakukan penggantian keseluruhan rumput yang sudah terpasang saat ini.

"Jadi itu salah satu rumput yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA sesuai dengan pengalaman beliau. Itu akan diganti dengan rumput yang lain untuk bisa dipakai U-17," ucapnya.

Selanjutnya, Basuki juga menyebut akses penonton di JIS masih kurang memadai karena hanya terbuka di ramp bagian timur. Sementara, dengan kapasitas 82 ribu penonton ia mensinyalir minimal harus ada lima jalur.

"Menurut saya, ini bahaya ya. Sekuritinya, apalagi di lingkungan penduduk. Jadi akan ditambah lima akses lagi untuk baik jembatan penyeberangan," tuturnya.

"Karena kemarin pengalaman Jakmania, banyak yang parkir di Ancol dan kalau mau ke sini harus mutar. Jadi akan kita bangunkan jembatan supaya lebih cepat," jelasnya menambahkan.

Load More