/
Selasa, 18 Juli 2023 | 10:15 WIB
Ketum Nasdem Surya Paloh bertemu dengan Presiden Jokowi. (Instagram @/official_nasdem)

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago melihat ada perang terbuka antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Menurut Pangi, perang terbuka itu terlihat dari pidato Surya Paloh yang menyinggung revolusi mental Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. 

Pangi melihat pidato Surya Paloh dalam Apel Siaga Perubahan pada Minggu (16/7/2023) itu tanda perang terbuka dimulai antara keduanya.

"Jadi saya memahami bahwa betul bahwa kemarin menunjukan sindiran revolusi mental yang sayang beribu sayang belum terwujud itu belum jadi kenyataan, itu adalah tujuan memang betul-betul Pak Surya Paloh sudah angkat senjata, sudah perang sekalian gitu dengan Pak Jokowi gitu," tutur Pangi dihubungi Senin (17/7/2023).

Pangi menilai bahwa Surya Paloh dan Jokowi sudah tidak sejalan. Terlebih setelah Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres pilihan mereka.

"Jadi sebetulnya memang sudah tidak beririsan, sudah tidak berjalan tidak seiring lagi, memang sudah berbeda jalan dari awal pasca setelah Anies diputuskan oleh NasDem sebagai calon presiden," kata Pangi.

Tetapi tidak menunggu waktu lama, pertanda perang terbuka Paloh lewat pidatonya itu ternyata langsung mendapat jawaban dari Jokowi. Tidak sampai satu hari, pada keesokan harinya Jokowi melakukan reshuffle. 

Adapun hal utama yang menjadi sorotan adalah Jokowi menunjuk Ketua Umum relawan Projo Budi Arie sebagai Menteri Kominfo pengganti Johnny G Plate.

Padahal menurut Pangi, dilihat dari kebiasaannya, penggantian menteri sekalipun karena tersangkut kasus hukum dan menjadi tersangka, penggantinya tetap diambil dari kalangan yang sama. Bila memang menteri sebelumnya berasal dari kalangan partai, penggantinya kader lain di partai yang sama.

Baca Juga: Nathalie Holscher Minta Sule Ambil Kembali Semua Aset yang Diberikan Buat Adzam, Termasuk Rumah dan Mobil

Tetapi hal ini tidak dilakukan Jokowi dalam mencari pengganti Plate yang merupakan kader sekaligus Sekretaris Jenderal NasDem.

"Selama ini faktanya adalah kalau reshuffle ada yang tersangka kasus korupsi menteri tersebut maka yang akan menjadi pengganti menteri tersebut dari kader partai tersebut berasal, dari kader partai koalisi berasal. Misalnya seperti Golkar, PDIP, kemudian Gerindra. Kemarin itu dari kader kembali tidak dari partai lain atau relawan," tutur Pangi.

Langkah politik Jokowi seperti itu yang dinilai Pangi makin memperjelas perang terbuka antara Jokowi dengan Paloh.

"Ini perang terbukanya Pak Jokowi nggak tanggung-tanggung juga, mengangkat relawan Projo, yaitu Budi Arie. Itu betul-betul secara gimmick politik bahwa Pak Jokowi itu memang bermain pada simbol-simbol Jawa, jadi perang dilawan oleh perang," kata Pangi.

Load More